Gerbang Jalan Kambang - Muara Labuh di Solok Selatan

Pintu gerbang masuk Jalan Kambang Muara Labuh di Solok Selatan yang sudah diaspal.--Sumber Foto : Ibnu Rusdi/RMONLINE.ID
SOLOK, RADARMUKOMUKO.COM- Gerbang pintu masuk Jalan Kambang - Muara Labuh terletak di Jorong Sungai Aro, Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.
Akses jalan Kambang, Kabupaten Pesisir Selatan ke Muara Labuh, Kabupaten Solok Selatan di Muara Labuh sebagian sudah bisa dilalui kebdaraan roda empat. Namun untuk menuju ke Kambang, masyarakat masih menempuh jalan setapak. Mendaki kawasan perbukitan dengan kondisi pepohonan hutan yang masih asri.
Julius, Suku Panai, warga Muara Labuh, ruas Jalan Kambang tembus Muara Labuh hanya sekitar 50 kilometer. Akan tetapi, kata Julius, jalan ini pada sebagian besar masih menempuhi jalan setapak.
BACA JUGA:Pungli di Jalan Erosi Batik Nau Terjaring OTT, Begini Tanggapan Warga Net
BACA JUGA:Ribuan Hektare Sawah di Muara Labuh Andalkan Sumber Air dari Embung
"Untuk pintu gerbang masuk dari Muara Labuh sudah diaspal. Namun di kawasan perbukitan itu masih jalan setapak," ungkap Julius.
Ia menyebutkan, warga masyarakat pada umumnya berharap akses jalan ini teralisasi.
"Kalaulah jalan ini dibangun, ekonomi masyarakat akan lebih berkembang. Kami dari daerah ini bisa berinteraksi dengan masyakat Pesisir Selatan dengan jarak yang jauh lebih dekat dari sekarang ini," kata Julius.
Betapa tidak, warga Muara Labuh bisa membawa hasil pertanian padi sawah ke Pesisir Selatan. Sebaliknya, masyarakat Pesisir Selatan yang terkenal dengan hasil lautnya bisa dijual ke daerah Solok Selatan.
"Imbas balik jika dibangun jalan ini, kami bisa mengembangkan ekonomi," ujarnya.
BACA JUGA:Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Doa Ayah Yang Terkabulkan
BACA JUGA:Mukomuko Dibayangi Jalan Provinsi Berlobang, Warga: Pak Gubernur, Buktikan Merah Mu!
Ia juga menyampaikan, warga Muara Labuh pada umumnya petani padi sawah. Hasil pertanian padi sawah ini bisa dibawa ke Pesisir Selatan dengan jarak tempuh yang jauh lebih dekat.
"Kalau jarak tempuh dekat, otomatis biara transportasi akan berkurang," demikian Julius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: