Ribuan Hektare Sawah di Muara Labuh Andalkan Sumber Air dari Embung

Ribuan Hektare Sawah di Muara Labuh Andalkan Sumber Air dari Embung

Ribuan Hektare Sawah di Muara Labuh Andalkan Sumber Air dari Embung--

SOLOK, RADARMUKOMUKO.COM- Ribuan hekatre sawah petani di Batang Pagu, Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Muara Labuh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mengandalkan sumber air dari bangunan embung. 

Bangunan embung yang dibangun pemerintah sejak tahun 2002 di kaki bukit Batang Pagu sumber utama pengairan padi sawah petani setempat. 

"Sejak dibangun, embung ini tak pernah kering dan ini sumber utama air sawah kami," kata Buyung, petani Batang Pagu. 

Air dari bangunan embung dialiri melalui jaringan irigasi yang juga merupakan hasil pembangunan dari pemerintah daerah Solok Selatan. 

BACA JUGA:Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Doa Ayah Yang Terkabulkan

BACA JUGA:4 Lokasi Wisata Yang Gelar Hiburan Musik Selama Lebaran Hingga Menjadi Pusat Keramaian

Dikatakan Buyung, sebelum embung dibangun, masyarakat petani di daerah ini mengandal sumber air sawah alamiah dari sumber mata air. 

"Dulunya petani kami sering kekurangan air karena hanya mengandalkan air dari sunber mata air. Ya, kala kemarau sering kekeringan. Sejak adanya embung ini, bisa dijatakan tak ada masalah lagi dengan sumber air," kata Buyung. 

"Sejak bangunan embung dibangun belum pernah kering. Kecuali sebgaja dikuras untuk pembersihan," imbuhnya. 

BACA JUGA:Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi Menangis Haru Saat Tiba di Rumah Kelahirannya

BACA JUGA:Fitri: Era Rohidin Terlewatkan, Masyarakat Tunggu Kiprah Gubernur Helmi Benahi Jalan Provinsi di Mukomuko

Bangunan embung ini, disamping menampung air hujan juga memiliki sumber mata air. 

Ia menyebutkan, babgunan embung ini dengan kedalaman sekitar 4 meter dan luasan sekitar seperempat hekatre atau 2500 meter persegi. Untuk menjaga debit air, setiap 5 tahun sekali dikuras untuk mengeluarkan sendimen lumpur di dalamnya untuk menghindari pendangkalan. 

"Agar tidak dangkal, ya dikuras. Sampah dan lumpur di dalamnya diangkut keluar," demikian Buyung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: