Mengenal Istilah Hardballing, Cara Baru Gen Z untuk Menghindari Ghosting

Mengenal Istilah Hardballing, Cara Baru Gen Z untuk Menghindari Ghosting --
RMONLINE.ID– Di era digital ini, berinteraksi lewat aplikasi kencan atau media sosial telah menjadi hal yang sangat umum, termasuk di kalangan Generasi Z (Gen Z). Dengan banyaknya pilihan dan kemudahan komunikasi, hubungan yang dimulai secara daring dapat berkembang dengan cepat, namun sering kali berakhir dengan ketidakpastian. Salah satu fenomena yang paling mengganggu dalam dunia kencan daring adalah ghosting. Ketika seseorang tiba-tiba berhenti berkomunikasi tanpa penjelasan.
Fenomena ini sudah menjadi hal yang biasa, namun Gen Z kini mulai mengadopsi istilah baru yang dikenal dengan hardballing sebagai cara untuk menghindari pengalaman menyakitkan ini. Lantas, apa itu hardballing, dan bagaimana cara Gen Z menggunakannya untuk membangun hubungan yang lebih jelas dan sehat? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Hardballing?
Secara singkat, hardballing merujuk pada pendekatan langsung dan tegas dalam berkomunikasi mengenai niat dan harapan dalam sebuah hubungan, baik itu hubungan romantis atau sekadar pertemanan. Pendekatan ini mengutamakan transparansi sejak awal. Berbeda dengan cara-cara tradisional yang cenderung lebih mengutamakan kehati-hatian dalam mengungkapkan harapan, hardballing mendorong individu untuk mengungkapkan ekspektasi dan tujuan hubungan secara gamblang. Dengan cara ini, harapan tidak akan terpendam atau menimbulkan kebingungan di antara kedua belah pihak.
BACA JUGA:Cara Ajukan KUR BRI dan Syaratnya, Bisa Melalui Online dari Rumah
BACA JUGA:Karena Ini Pengajuan Pinjaman KUR Gagal atau Ditolak Bank
Dalam konteks hubungan percintaan, seseorang yang mengadopsi pendekatan hardballing akan lebih terbuka tentang apa yang mereka inginkan dari seseorang sejak awal. Misalnya, jika seseorang hanya mencari hubungan santai atau sekadar teman kencan, mereka akan mengungkapkan hal tersebut agar tidak ada ekspektasi yang tidak realistis. Begitu juga sebaliknya, jika seseorang ingin hubungan yang lebih serius, mereka juga akan mengungkapkannya dengan jelas. Dengan cara ini, mereka berharap dapat menghindari ketidakpastian yang kerap berujung pada ghosting.
Mengapa Gen Z Lebih Suka Hardballing?
Gen Z adalah generasi yang sangat terbuka dengan penggunaan teknologi dan aplikasi kencan. Namun, meskipun mereka sangat familiar dengan dunia digital, banyak dari mereka merasa frustrasi dengan dinamika hubungan yang ada di dunia maya, terutama ketika harus menghadapi fenomena ghosting. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Thriving Center of Psychology, sekitar 84% dari Gen Z dan Milenial pernah mengalami ghosting, yang pada akhirnya menimbulkan perasaan bingung dan terluka. Kegagalan untuk mendapatkan penutupan atau penjelasan dari orang yang mereka ajak berkomunikasi adalah salah satu alasan mengapa mereka merasa kecewa.
Sadar akan ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh ghosting, banyak Gen Z yang beralih ke pendekatan hardballing sebagai cara untuk menghindari kebingungan tersebut. Alih-alih membiarkan komunikasi terhenti begitu saja, mereka lebih memilih untuk mengungkapkan niat mereka secara jujur dan transparan. Hal ini tidak hanya mengurangi potensi salah paham, tetapi juga meningkatkan kualitas hubungan yang terbentuk.
BACA JUGA:Malas Baca Buku? Coba Terapkan Metode Minday untuk Meraih Manfaat yang Besar
BACA JUGA:5 Makanan yang Cocok Dikonsumsi untuk Sahur Agar Kenyang Lebih Lama
Bagaimana Menerapkan Hardballing dalam Hubungan?
Jika Anda tertarik untuk mencoba pendekatan hardballing, ada beberapa langkah yang dapat Anda terapkan dalam hubungan Anda, baik itu hubungan baru maupun yang sedang berkembang. Berikut adalah beberapa cara untuk mempraktikkan hardballing dengan efektif:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: