Sering Bermasalah dengan Pencernaan Usai Minum Susu? Ada 5 Pemicu Tersembunyi, Kenali Gejalanya

Sering Bermasalah dengan Pencernaan Usai Minum Susu? Ada 5 Pemicu Tersembunyi, Kenali Gejalanya--
RMONLINE.ID – Susu, minuman kaya nutrisi yang digadang-gadang baik untuk kesehatan, ternyata bisa menjadi biang kerok masalah pencernaan bagi sebagian orang. Mengapa hal ini bisa terjadi? Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan perut kembung, mual, atau bahkan diare setelah meneguk segelas Susu? Temukan jawabannya dalam ulasan berikut.
1. Intoleransi Laktosa: Biang Kerok Utama
Intoleransi laktosa merupakan kondisi ketika tubuh tidak mampu mencerna laktosa, gula alami dalam susu. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan enzim laktase, yang berperan memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Laktosa yang tidak tercerna akan difermentasi oleh bakteri di usus besar, menghasilkan gas dan asam yang memicu gejala seperti kembung, perut kram, dan diare. Siapa saja bisa mengalami intoleransi laktosa, namun lebih umum terjadi pada orang dewasa. Kapan gejala muncul? Biasanya dalam 30 menit hingga 2 jam setelah konsumsi susu.
2. Alergi Susu: Reaksi Sistem Kekebalan Tubuh
Alergi susu berbeda dengan intoleransi laktosa. Alergi susu adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein susu, seperti kasein dan whey. Gejala alergi susu bisa lebih parah, termasuk gatal-gatal, ruam kulit, bengkak, muntah, dan bahkan sesak napas. Mengapa sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein susu masih belum diketahui secara pasti, namun faktor genetik diduga berperan. Di mana reaksi alergi terjadi? Tidak hanya di saluran pencernaan, tetapi juga bisa di kulit dan sistem pernapasan.
BACA JUGA:Dana DL Dipangkas Hingga 52 Persen, Dewan Kehilangan Biaya Happy-Happy
BACA JUGA:Stop Lakukan Hal Ini Sekarang! Jika Ingin Perkembangan Tubuhmu Optimal
3. Jenis Susu: Pengaruh Kandungan Protein
Tidak semua susu memiliki kandungan protein yang sama. Susu sapi, misalnya, mengandung protein A1 beta-kasein, yang pada beberapa orang dapat memicu masalah pencernaan. Sementara itu, susu A2 beta-kasein atau susu nabati seperti susu almond dan susu kedelai umumnya lebih mudah dicerna. Apa jenis susu yang paling cocok untuk Anda? Hal ini tergantung pada toleransi tubuh masing-masing. Bagaimana cara mengetahuinya? Cobalah berbagai jenis susu dan perhatikan reaksi tubuh Anda.
4. Jumlah Konsumsi: Takaran yang Tepat
Bagi mereka yang mengalami intoleransi laktosa ringan, mengonsumsi susu dalam jumlah kecil mungkin masih bisa ditoleransi. Namun, bagi mereka yang sensitif, bahkan sedikit susu pun bisa memicu masalah pencernaan. Berapa banyak susu yang bisa Anda konsumsi tanpa masalah? Hal ini bervariasi tergantung tingkat intoleransi masing-masing individu. Kapan sebaiknya Anda membatasi konsumsi susu? Ketika gejala mulai muncul.
5. Kondisi Kesehatan Lainnya: Faktor Penyerta
Beberapa kondisi kesehatan lainnya, seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) atau penyakit radang usus (IBD), dapat memperparah masalah pencernaan setelah konsumsi susu. Dalam kondisi ini, susu bisa menjadi pemicu gejala seperti nyeri perut, kembung, dan perubahan pola buang air besar. Mengapa susu bisa memperparah kondisi ini? Karena susu dapat meningkatkan produksi gas dan mempercepat pergerakan usus. Siapa saja yang perlu berhati-hati? Mereka yang memiliki riwayat masalah pencernaan kronis.
BACA JUGA:Fakta Unik Elang Verreaux, Penguasa Pegunungan Afrika
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: