Tiap Hari Mandi Debu, Warga Terpaksa Pasang Portal Jalan

Tiap Hari Mandi Debu, Warga Terpaksa Pasang Portal Jalan

Tiap Hari Mandi Debu, Warga Terpaksa Pasang Portal Jalan--

RADARMUKOMUKO.COM - Jalan Desa Lubuk Mukti, Kecamatan Penarik, Mukomuko diportal oleh masyarakat. Alasannya karena tiap hari mereka harus "mandi debu" kendaraan material yang melintas.

Informasinya jalan ini tiap saat dilewati oleh truck pengangkut material dari salah satu tambang non logam atam kuari yang ada di wilayah tersebut.

Sebelum mengambil tindakan permotalan jalan, warga sudah meminta pada pihak pengelola kuari untuk melakukan penyiraman badan jalan agar debu saat kendaraan melintas bisa diminimalisir.

BACA JUGA:Giat Bersih Lingkungan Jadi Perhatian, Danrem: Minimal Satu Kali Sebulan

Hanya saja permintaan warga ini tidak diindahkan, sehinggak sejka 18 desember lalu, jalan ini terpaksa dilakukan pemortalan oleh warga. Karena debu yang terhirup rawan menyebabkan penyakit.

Truck pengangkut material kuari, atau truck proyek dilarang melintasi jalan ini oleh masyarakat.

Diketahui jalan di sana kondisi masih jalan koral dan tanah, yang sudah pasti banyak debu saat kendaraan melintasinya.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lubuk Mukti, M. Nahrowi, membenarkan hal ini. Ia mengatakan truck pengangkut material kuari ini dari Desa Suka Maju, menuju Desa Bandar Jaya, Kecamatan Teramang Jaya. 

BACA JUGA:Wabup: Sudah 87 Kasus Demam Berdarah di Mukomuko, 4 Orang Meninggal

Tempat di mana ada pabrik pemecah batu. Sejak beberapa tahun, kondisi jalan sudah rusak. Jalan berupa koral, bekas jalan Lapisan Penetrasi (Lapen). 

Setiap hari, puluhan truck proyek melintasi jalan ini. Selain mengakibatkan debu berterbangan, turck proyek ini juga memperparah kerusakan jalan.

‘’Memang warga memasang portal, karena tidak kuat dengan debunya. Kalau truck proyek terus melintasi jalan ini, jalan akan semakin rusak,’’ jelas Nahrowi.

Nahrowi juga mengatakan, dengan adanya pemortalan jalan ini, sopir truck proyek tidak melakukan protes. Mereka sepertinya menyadari bahwa ketika melintasi jalan tersebut merugikan warga sekitar. 

Selanjutnya mereka memilih jalan lain. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: