Belajar Pajak dengan Ceria, Siswa SDIT Al Kautsar Ikuti Pajak Bertutur 2025

Belajar Pajak dengan Ceria, Siswa SDIT Al Kautsar Ikuti Pajak Bertutur 2025--
RADARMUKOMUKO.COM - Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Mukomuko telah menyulut semangat anak-anak sekolah dalam rangkaian acara Pajak Bertutur 2025 dengan tema Generasi Muda Sadar Pajak untuk Indonesia Maju di SDIT Al Kautsar Mukomuko, Pasar Sebelah, Kota Mukomuko (Rabu, 27/8). Kegiatan tahunan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai kesadaran Pajak kepada generasi muda sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Pada acara tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan tokoh lucu bernama Lobu, seekor tarsius, yang penasaran dari mana Hutan Harmoni bisa memiliki sekolah, taman, dan fasilitas yang indah. Lobu juga bertanya-tanya siapa yang memperbaiki jalan. Pertanyaan itu dijawab oleh Butet, seekor burung betet, yang menjelaskan bahwa semua fasilitas itu terwujud berkat pajak, yakni uang yang dibayarkan masyarakat kepada negara. Pajak inilah yang membiayai pembangunan jalan, sekolah, rumah sakit, hingga taman bermain. Butet menekankan bahwa membayar pajak adalah wujud gotong-royong, karena kita hidup bersama dan saling membutuhkan. Dengan pajak, semua orang dapat merasakan manfaatnya.
Pesan tersebut langsung dipahami oleh Aliya, siswi kelas 5 SDIT Al Kautsar Mukomuko. Ia menyebutkan bahwa pajak bermanfaat untuk pembangunan jalan, rumah sakit, dan sekolah. Syamris, penyuluh pajak yang hadir sebagai pengisi kegiatan, kemudian mengajak anak-anak untuk berpikir, “Bagaimana hayo cara adik-adik berperan dalam ketaatan pajak?”
Jawaban menarik datang dari Jero, siswa kelas 5, yang menyebutkan tiga hal, “Rajin belajar, menjaga kebersihan, dan memberi tahu teman tentang pentingnya pajak.” Sementara itu, Yovan, pengisi acara, menambahkan bahwa tidak merusak fasilitas umum dan menjaganya agar tetap baik juga merupakan bentuk kontribusi kecil yang bisa dilakukan anak-anak.
Untuk menambah semangat sekaligus mengasah kemampuan akademis, Yovan mengajak siswa bermain dalam rangkaian kompetisi seru Clash of Champions. Pada babak pertama, peserta dibagi menjadi enam kelompok untuk bermain Math Mayhem, sebuah lomba berhitung cepat. Setiap kelompok dihadapkan dengan enam kotak berisi 16 ubin yang tiap ubinnya memiliki bilangan. Mereka harus bekerja sama menemukan kotak dengan penjumlahan bilangan terbesar dalam waktu lima menit.
Setelah adu cepat, kelompok 6 berhasil menjadi yang paling tepat. Mereka kemudian melaju ke babak kedua, Shuffle and Recall. Peserta yang lolos dibagi ke dalam tiga kelompok. Permainan ini adalah uji ingatan yang menampilkan sepuluh lembar kartu remi. Setelah diberi waktu untuk menghafal, peserta diminta mengurutkan kembali kartu-kartu tersebut secara tepat. Dari kelompok yang beranggotakan Jero dan Rayyan berhasil menyusun urutan dengan sempurna.
Keduanya pun melangkah ke babak terakhir, Cyber Defender, yang menguji ketajaman memori dan kemampuan spasial. Pada tahap ini, peserta harus mengingat sepuluh bilangan biner (01, 00, 10, atau 11) yang bergulir naik di layar, lalu menempatkannya kembali pada posisi yang benar. Dengan ketelitian tinggi, Jero berhasil mengurutkan bilangan-bilangan biner dalam satu kali percobaan. Jero pun dinobatkan sebagai juara pertama.
Di akhir kegiatan, Siswadi, Kepala KP2KP Mukomuko, menyerahkan hadiah utama kepada pemenang pertama dan kedua sebagai bentuk apresiasi. Sementara itu, Endang Haryanti, Kepala SDIT Al Kautsar Mukomuko, menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. "Kami berterima kasih kepada KP2KP Mukomuko yang telah menghadirkan kegiatan bermanfaat ini. Anak-anak jadi paham bahwa pajak bukan hanya soal angka, tapi juga tentang tanggung jawab dan kepedulian bersama,” tutur Endang.
Dengan wajah ceria dan semangat yang menyala, anak-anak kembali dengan membawa pemahaman baru bahwa pajak bukan sekadar angka, melainkan juga wujud nyata gotong-royong untuk membangun Indonesia yang lebih maju.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: