Jadi Penghalang Kebahagiaan, Pistanthrophobia, Ketakutan Percaya dengan Orang Lain

Jadi Penghalang Kebahagiaan, Pistanthrophobia, Ketakutan Percaya dengan Orang Lain

Jadi Penghalang Kebahagiaan, Pistanthrophobia, Ketakutan Percaya dengan Orang Lain--

• Menghindari komitmen atau hubungan dekat secara konsisten

• Perasaan cemas yang intens saat seseorang menunjukkan ketertarikan romantis

• Menciptakan hambatan emosional untuk menjaga jarak aman

• Menguji loyalitas orang lain secara berulang dengan cara yang tidak sehat

Dalam kasus yang lebih parah, seseorang dengan pistanthrophobia mungkin memilih untuk sepenuhnya mengisolasi diri dari kemungkinan membentuk hubungan dekat, meyakini bahwa kesendirian lebih baik daripada risiko dilukai kembali.

Hidup dengan pistanthrophobia seperti berada dalam penjara emosional yang tak terlihat. Meskipun bertujuan melindungi diri dari rasa sakit, kondisi ini justru sering menghalangi penderitanya dari mengalami aspek paling memuaskan dari pengalaman manusia—koneksi otentik dengan orang lain.

BACA JUGA:Banyak yang Belum Tahu! Ternyata Kata Garong Adalah Singkatan

BACA JUGA:5 Musuh Tersembunyi Otak Anda, Tampak Tak Berbahaya Diam-diam Menggerogoti Ini

Konsekuensi jangka panjang dapat mencakup kesepian kronis, depresi, kecemasan sosial, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan. Paradoksnya, semakin seseorang berusaha melindungi dirinya dari rasa sakit dengan tidak mempercayai orang lain, semakin besar kemungkinan mereka mengalami penderitaan emosional yang berbeda namun sama intensnya.

Mengatasi pistanthrophobia memerlukan perjalanan penyembuhan yang disengaja dan seringkali menantang. Namun, pemulihan sangat mungkin dilakukan dengan pendekatan yang tepat:

1. Terapi profesional: Pendekatan seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR) telah terbukti efektif dalam mengatasi trauma yang mendasari dan pola pikir maladaptif.

2. Pemaparan bertahap: Belajar mempercayai orang lain melalui langkah-langkah kecil yang dikendalikan dapat membantu mengurangi ketakutan secara bertahap.

3. Penyadaran diri: Mengidentifikasi dan menantang keyakinan yang tidak rasional tentang kepercayaan dan pengkhianatan.

4. Pengembangan batas yang sehat: Belajar membedakan antara kewaspadaan yang sehat dan ketakutan irasional.

5. Kelompok dukungan: Berbagi pengalaman dengan orang lain yang menghadapi tantangan serupa dapat mengurangi perasaan terisolasi dan memberikan perspektif baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: