Buaya Kembali Gigit Warga Hingga Tewas, Gubernur Bengkulu Turut Desak BKSDA

Buaya Kembali Gigit Warga Hingga Tewas, Gubernur Bengkulu Turut Desak BKSDA

Gubernur Bengkulu, Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.M.A--

RADARMUKOMUKO.COM - Seperti diketahui pada Senin, 15 April 2024 seorang penyelam lokan atau kerang bernama Ide (25) meninggal dunia, setelah diduga digigit buaya saat sedang menyelam.

Kejadian ini menghebohkan warga dan menjadi duka mendalam masyarakat setempat. Namun perlu diketahui, tewasnya warga oleh buaya bukan pertama kali di Sungai Selagan.

Terkait hal ini, Gubernur Bengkulu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.M.A turut memberi respon dan mendesak pihak Balan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengambil tindakan mengatasi serangan reptil buas yang dilindungi tersebut.

Dalam grup whatsapp Mukomuko berkabar, gubernur Bengkulu secara khusus menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa warga Kabupaten Mukomuko.

BACA JUGA:4 Objek Wisata Paling Ramai dan Meriah Selama Lebaran di Mukomuko

BACA JUGA:Hari Ini Ngantor Semua Pegawai Ikut Apel, Nambuh Libur Bakal Disanksi

Ia juga mengatakan sudah menghubungi langsung pihak BKSDA untuk mengambil langkah yang pasti mengatasi persoalan ini agar tidak jatuh korban lain.

Apalagi diketahui, ada banyak warga dari tiga desa yaitu, Tanah Rekah, Tanah Harapan dan Pondok Batu yang beraktivitas di Sungai Selagan untuk sumber pendapatannya, terutama menyelam lokan.

Jika kondisi ini tidak segera diatas, tak menutup kemungkinan bakal banyak korban lainnya dari buaya tersebut.

"Kami ikut berduka atas musibah ini, semoga almarhum husnul khotimah dan bahagia di alam barzah. Saya juga sudah menghubungi pihak BKSDA agar Buaya dimaksud bisa segera dievakuasi," kata Gubernur.

Untuk diketahui sebelumnya, Warga Tanah Harapan Kecamatan Kota Mukomuko, Bengkulu diterkam buaya hingga meninggal dunia pada Senin, 14 April 2024.

Korban meninggal bernama Ide (25) berasal dari Sari Bulan dan menikah di Tanah Harapan, ia seorang penyelam lokan di Sungai Selagan Kabupaten Mukomuko.

Adapun kronologisnya berdasarkan data terhimpun, korban sudah biasa mencari lokan di sungai selagan dan merupakan salah satu sumber pendapatannya.

Pada pagi Senin, 15 april korban pamitan dengan istrinya untuk kembali menyelam lokan bersama dua rekannya, setelah beberapa hari tidak menyelam karena masih suasana lebaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: