Mengenal Asal Usul Suku Batak, Titisan Dewa Hingga Afrika

Mengenal Asal Usul Suku Batak, Titisan Dewa Hingga Afrika

Mengenal Asal Usul Suku Batak, Titisan Dewa Hingga Afrika--

Bisuk Siahaan, penulis buku itu mengirim sampel DNA orang Batak Toba dan Karo itu ke fasilitas penelitian The Waitt Family Foundation di Amerika Serikat.

Yayasan yang didirikan oleh National Geographic dan IBM itu memiliki beberapa fasilitas penelitian dan laboratorium khusus untuk menelusuri asal muasal suatu suku atau bangsa dengan cara mambandingkan DNA.

Menurut teori, semua orang memiliki DNA yang diturunkan oleh orangtua.

BACA JUGA:6 Suku Miliki Ilmu Mistis Terkuat, Dua Diantaranya di Pulau SumateraBACA JUGA:Keunikan Suku Mentawai, Tradisi Titi Hingga Tarian Mistis

Berdasarkan penelitian, hanya pria yang memiliki kromosom Y, sedangkan perempuan tidak.

Kromosom Y ini diturunkan ayah ke puteranya, lalu ke cucunya laki-laki, dan seterusnya.

“Lebih kurang 50.000 hingga 60.000 tahun lalu, di Afrika terjadi musim kering yang sangat panas. Untuk menghindari cuaca yang tidak menyenangkan itu, mereka pindah ke sebelah utara Afrika di mana udaranya lebih sejuk dan lebih lembab,” tulis Bisuk.

Lalu, sekitar 50.000 tahun lalu, mereka meninggalkan Afrika menuju wilayah yang lebih hijau, di mana terdapat banyak makanan dan binatang buruan.

Mereka menuju Asia Tengah. Sebagian menetap di Iran dan sebagian lagi ke sebelah selatan Asia Tengah. 

BACA JUGA:Mengenal Suku Toraja, Tradisi Unik Pemakanan hingga Adu Kaki

Peralatan hidup mereka masih sangat sederhana, terbuat dari batu, gading gajah, dan alat dari kayu.

Ternyata, mereka tidak betah di Asia Tengah. Sekitar 10.000 tahun kemudian, mereka bergerak ke timur, melintasi pegunungan di Asia Tengah seperti Hindu Kush, Tian Shan, dan Himalaya.

Tiga deretan gunung itu dikenal dengan nama Tajikistan.

Disebutkan, rombongan pengungsi Afrika itu meneruskan perjalanan ke arah timur.

BACA JUGA:Mengenal Suku Bugis, Keras, Haus Membunuh hingga Menjunjung Tinggi Kerhomatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: