Hasil KMD Bukit Makmur 300 Juta dari PT. Agromuko

Hasil KMD Bukit Makmur 300 Juta dari PT. Agromuko

SAMBUTAN: Kades Bukit Makmur, Suroso, sedang menyampaikan kata sambutan dalam acara Monev APBDes 2022. Salah satu yang disampaikan adalah penggunaan dana PADes dari KMD.-DOC/RM-

PENARIK, RADARMUKOMUKO.com - Pemerintah Desa (Pemdes) Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, telah merasakan manfaat adanya Kebun Masyarakat Desa (KMD).

KMD yang dikelola oleh PT. Agromuko tersebut seluas 8,4 Hektare (Ha). KMD mulai produksi pada tahun 2019. Pada akhir 2021, Pemdes Bukit Makmur, menerima bagi hasil sebesar Rp 300 juta.

Dana tersebut 50 persen akan digunakan untuk fisik, dan 50 persen untuk kelembagaan desa. Hal ini disampaikan oleh Kades Bukit Makmur, Suroso, baru-baru ini. 

Kepada wartawan koran ini, Suroso menyampaikan,  dari KMD yang dikelola oleh PT. Agromuko, Bukit Makmur memiliki sumber Pendapatan Asli Desa (PADes).

Tahun ini, PADes akan digunakan untuk membangun jalan rabat beton. Total panjang 100 meter, terbagi di 2 titik. Juga akan digunakan untuk membuat pagar kantor desa. 

Pembangunan menggunakan dana PADes ini, bagi Pemdes Bukit Makmur, merupakan yang pertama kalinya. Setelah jalan dibangun, nantinya, masyarakat bisa merasakan dan menikmati hasil KMD. 

''Pembuatan pagar sudah mulai dilakukan. Pembangunan rabat beton, setelah pagar selesai,'' ungkap Suroso. 

Dikatakan Suroso, sesuai dengan arahan pihak kecamatan, PADes ini, masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Dengan demikian, masyarakat bisa mengawasi dan mengetahui pemanfaatannya. 

''Kami mengelola PADes secara transparan. Masyarakat bisa melihat dan mengawasinya,'' tambah Suroso. 

Bukit Makmur, salah satu desa yang beruntung, karena memiliki KMD yang dikelola dengan baik. Hasil baik, manfaatnya juga baik. KMD merupakan aset jangan panjang. 

Dengan managemen pengelolaan yang baik dan profesional, maka manfaatnya bisa dirasakan hingga generasi berikutnya. Baik yang berupa bangunan, maupun bagi hasil dari pihak pengelola.

Terpisah, manager KMD PT. Agromuko, Marzali, menyampaikan, sudah banyak desa yang merasakan hasil dari KMD. Besar kecilnya bagi hasil, sangat tergantung dari produktivitas kebun itu sendiri.

Hasil yang didapat, dipotong biaya operasional dan biaya perawatan. Setelah didapat angka bersih, barulah dilakukan bagi hasil antara desa dengan perusahaan. Jangan heran, ada perbedaan bagi hasil antara satu desa dengan desa yang lainnya.

 Setiap KMD juga ada pengurus dari pihak desa. Melalui pengurus ini, berlangsung komunikasi antara perusahaan dengan pihak desa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: