Waspada di Balik Kesegaran: Mengenal Efek Samping Rosela dan Batasan Konsumsinya
Waspada di Balik Kesegaran: Mengenal Efek Samping Rosela dan Batasan Konsumsinya--
RADARMUKOMUKO.COM - Rosela (Hibiscus sabdariffa) telah lama dipuja sebagai "superfood" lokal karena kemampuannya menurunkan tekanan darah dan meningkatkan imunitas. Warna merah pekatnya yang menggoda dan rasa asamnya yang khas membuat teh rosela menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin beralih ke gaya hidup sehat. Namun, seperti layaknya pedang bermata dua, konsumsi rosela yang berlebihan atau tidak tepat sasaran justru dapat memicu gangguan kesehatan. Memahami efek samping tanaman ini sangat penting agar kita bisa mendapatkan manfaatnya tanpa harus menanggung risiko yang tidak diinginkan.
Risiko Bagi Pemilik Lambung Sensitif
Ciri khas utama rosela adalah kandungan asam sitrat dan asam askorbat (Vitamin C) yang sangat tinggi. Bagi orang dengan sistem pencernaan yang sehat, rasa asam ini mungkin hanya terasa menyegarkan. Namun, bagi penderita gastritis atau penyakit asam lambung (GERD), sifat asam yang pekat ini dapat memicu iritasi pada dinding lambung. Mengonsumsi teh rosela dalam keadaan perut kosong dapat menyebabkan sensasi perih, mual, hingga nyeri ulu hati yang hebat. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan lambung untuk mengonsumsinya setelah makan dan dalam pengenceran yang cukup.
Tekanan Darah yang Terlalu Rendah (Hipotensi)
Salah satu manfaat paling terkenal dari rosela adalah kemampuannya sebagai anti-hipertensi alami. Namun, bagi individu yang secara alami memiliki tekanan darah normal cenderung rendah, atau bagi mereka yang sudah mengonsumsi obat penurun tensi dari dokter, rosela bisa menjadi bumerang. Konsumsi berlebih dapat menyebabkan tekanan darah turun drastis di bawah batas normal (hipotensi). Gejala yang muncul biasanya berupa pusing mendadak, pandangan berkunang-kunang, hingga pingsan. Interaksi antara zat diuretik alami dalam rosela dengan obat medis dapat melipatgandakan efeknya, sehingga konsultasi medis menjadi hal yang wajib dilakukan.
Pengaruh pada Hormon dan Kesuburan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rosela memiliki efek estrogenik, yang berarti dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh. Bagi wanita hamil, konsumsi rosela sangat tidak dianjurkan, terutama dalam dosis tinggi atau bentuk suplemen pekat. Efek emenagog (merangsang aliran darah ke rahim) dikhawatirkan dapat memicu kontraksi dini atau gangguan pada perkembangan janin. Selain itu, bagi wanita yang sedang menjalani program kehamilan atau terapi hormon, konsumsi rosela yang tidak terkontrol dikhawatirkan dapat mengganggu siklus ovulasi alami.
Beban Kerja Ginjal dan Hati
Meskipun kaya antioksidan, segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan akan diproses oleh hati dan ginjal. Konsumsi teh rosela yang sangat pekat dalam jangka panjang dapat memberikan beban ekstra pada fungsi filtrasi ginjal. Sifat diuretiknya memang baik untuk membuang racun, namun jika terlalu sering, tubuh berisiko mengalami dehidrasi ringan atau ketidakseimbangan elektrolit. Penting untuk selalu membatasi konsumsi maksimal 2–3 cangkir sehari dan tetap mengimbanginya dengan minum air putih yang cukup.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: