RADARMUKOMUKO.COM - Bukan saja Kerja dari rumah atau Work From Home (WFH), sekolah juga berpotensi menerapkan sistem Daring atau Belajar dari Rumah (BDR) seperti yang terjadi pada saat COVID-19.
Daring merupakan metode pembelajaran jarak jauh (daring/luring) yang memindahkan aktivitas sekolah ke rumah untuk memastikan pendidikan tetap berjalan aman, dengan dukungan materi online.
Terkait hal ini, pihak Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Mukomuko mengaku sudah siap, jika memang metode belajar dari rumah ini harus disiapkan.
Awalnya rencana penerapan belajar dari dimulai april ini, namun informasinya belum jadi diterapkan.
Kepala Disdikbud Mukomuko, Arni Gusnita, S.Pd, MM mengatakan wacana sekolah daring ini, memang sudah menjadi bahasan di lingkungan dunia pendidikan.
Hanya saja sampai sekarang belum ada kepastian apakah dilaksanakan atau batal. Pemerintah daerah siap saja, jika ada petunjuk pelaksanaannya dari pemerintah pusat.
BACA JUGA:Masyarakat Diminta Tidak Membeli Elpiji 3 Kg Dalam Jumlah Banyak
BACA JUGA:ASN Resmi Terapkan Kerja Dari Rumah, Berikut Ketentuannya
Jika memang nanti diinstruksikan daring, maka ia memastikan Mukomuko siap.
"Sampai sekarang belum ada arahan seperti apa, jadi atau tidaknya. Memang isu ini sudah menjadi pembicaraan di lingkungan dinas ataupun di sekolah-sekolah. Kita tentu ikut instruksi, jika diminta daring, maka harus dilaksanakan," katanya.
Lanjutnya, belajar dari rumah sudah pernah diterapkan, maka ia memastikan tidak ada kendala bagi para guru, karena sudah memahami mekanismenya.
Wacana daring ini, merupakan langkah dari pemerintah menghadapi ancaman krisis energi dampak dari ketidakstabilan global. Dengan Daring, bisa mengurangi penggunaan energi seperti bahan bakar minyak (BBM) dan lainnya.
"Guru dan orang tua sudah memahami metode sekolah daring, saya rasa ini tidak akan mempengaruhi proses belajar mengajar," tegasnya.
Disisi lain, Sekda Drs.H.Marjohan mengatakan sistem kerja dari rumah atau Work From Anywhere (WFA) belum ditentukan.