• Catechin: Jenis antioksidan yang juga ditemukan dalam teh hijau, catechin dalam kayu manis membantu melindungi kesehatan jantung, mengatur kadar gula darah, dan memiliki efek anti-kanker potensial.
• Coumarin: Meskipun dalam jumlah tinggi dapat berbahaya, coumarin dalam kadar rendah memiliki sifat antikoagulan ringan yang membantu mencegah pembekuan darah berlebihan. Perlu diperhatikan bahwa kayu manis jenis Cassia memiliki kadar coumarin tinggi, sedangkan jenis Ceylon memiliki kadar yang sangat rendah atau hampir tidak ada.
Jumlah antioksidan dalam kayu manis bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa buah dan sayuran, menjadikannya sumber antioksidan alami yang sangat berharga.
Zat Gizi dan Senyawa Penting Lainnya
Selain senyawa aktif di atas, kayu manis juga mengandung berbagai zat gizi esensial dalam jumlah yang signifikan:
• Vitamin: Termasuk vitamin K yang penting untuk pembekuan darah dan kesehatan tulang, vitamin A yang mendukung kesehatan mata dan kulit, serta vitamin B kompleks seperti tiamin, riboflavin, dan niasin yang berperan dalam metabolisme energi.
• Mineral: Kayu manis mengandung mineral penting seperti kalium yang membantu mengatur tekanan darah, kalsium untuk kesehatan tulang dan gigi, magnesium yang mendukung fungsi otot dan saraf, zat besi untuk pembentukan sel darah merah, dan seng yang penting untuk sistem kekebalan tubuh.
• Serat: Meskipun dalam jumlah kecil, serat dalam kayu manis membantu meningkatkan fungsi sistem pencernaan dan mengurangi penyerapan gula serta kolesterol di usus.