Khasiat Banyak Makan Cabe Beserta Efeknya
Khasiat Banyak Makan Cabe Beserta Efeknya--
RADARMUKOMUKO.COM - Cabe bukan sekadar pelengkap, Ia adalah denyut rasa, percikan keberanian, sekaligus simbol kehangatan yang menyalakan selera. Dari sambal terasi di pesisir hingga lado hijau di ranah Minang, sensasi pedas telah menjadi bagian dari identitas kuliner yang diwariskan lintas generasi.
Namun di balik rasa menyengat yang memicu keringat dan mata berair, tersimpan kisah panjang tentang manfaat dan konsekuensi kesehatan yang kerap luput dari perhatian.
Cabe mengandung capsaicin, senyawa aktif yang memberi sensasi panas ketika bersentuhan dengan lidah. Di dalam tubuh, capsaicin bekerja lebih jauh dari sekadar menggugah selera. Ia merangsang reseptor nyeri yang kemudian memicu pelepasan endorfin zat kimia alami yang menimbulkan rasa nyaman.
“Itulah sebabnya banyak orang merasa ketagihan makanan pedas. Ada efek euforia ringan yang muncul setelahnya,” ujar dr. Laila Putri, seorang dokter sekaligus fakar kesehatan yang telah lama meneliti pola makan masyarakat urban.
Menurut dr. Laila, konsumsi cabe dalam jumlah cukup dapat memberikan sejumlah manfaat. Beberapa penelitian menunjukkan capsaicin membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan mempercepat pembakaran kalori.
Dalam konteks ini, makanan pedas sering dikaitkan dengan upaya menjaga berat badan. “Capsaicin merangsang termogenesis, yaitu proses produksi panas dalam tubuh yang memerlukan energi. Energi itu diambil dari kalori yang kita konsumsi,” jelasnya saat ditemui di Jakarta, pekan lalu.
Selain itu, cabe diketahui memiliki kandungan vitamin C, vitamin A, serta antioksidan yang berperan menangkal radikal bebas. Ahli gizi klinis, Siti Rahmawati, menuturkan bahwa kandungan tersebut mendukung sistem imun dan kesehatan mata.
“Dalam porsi yang wajar, cabe justru bisa menjadi bagian dari pola makan sehat. Ia membantu memperkaya asupan mikronutrien harian,” katanya. Ia menambahkan bahwa masyarakat sering kali hanya melihat pedasnya, tanpa menyadari nilai gizi yang terkandung di dalamnya.
Manfaat lain yang kerap dibicarakan adalah potensi capsaicin dalam menjaga kesehatan jantung. Sejumlah studi internasional mengaitkan konsumsi makanan pedas dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular.
Mekanismenya diduga melalui kemampuan capsaicin menurunkan kadar kolesterol jahat serta meningkatkan elastisitas pembuluh darah. “Meski demikian, ini bukan berarti makan cabe berlebihan otomatis membuat jantung sehat. Tetap harus diimbangi pola makan seimbang dan gaya hidup aktif,” tegas Siti Rahmawati.
Di berbagai daerah, kebiasaan makan pedas bahkan menjadi bagian dari rutinitas harian. Di Sumatera Barat, misalnya, hampir setiap hidangan disertai sambal.
Di Jawa Timur, pecel dan rujak cingur terasa kurang lengkap tanpa cabe yang melimpah. Kebiasaan ini berlangsung sepanjang tahun, tanpa mengenal musim. Namun, intensitas konsumsi yang tinggi juga memunculkan sisi lain yang perlu dicermati.
Efek paling umum dari terlalu banyak makan cabe adalah gangguan pada saluran pencernaan. Rasa perih di lambung, diare, hingga sensasi panas saat buang air besar kerap menjadi keluhan.
“Capsaicin memang dapat merangsang produksi asam lambung. Pada orang dengan riwayat gastritis atau tukak lambung, konsumsi berlebihan bisa memperparah kondisi,” jelas dr. Laila. Ia menegaskan bahwa respons tiap individu berbeda, tergantung sensitivitas tubuh dan kondisi kesehatan masing-masing.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: