Manfaat Banyak Makan Sayur Kol Beserta Efeknya
Manfaat Banyak Makan Sayur Kol Beserta Efeknya--
RADARMUKOMUKO.COM - Di antara hamparan sayuran hijau yang memenuhi pasar tradisional setiap pagi, kol sering kali tampil sederhana. Daunnya berlapis-lapis, rapat dan pucat kehijauan, seolah menyimpan sesuatu di balik bentuknya yang bulat padat.
Bagi sebagian orang, kol hanya pelengkap lalapan atau campuran sup. Namun di balik kesederhanaannya, sayuran ini menyimpan manfaat kesehatan yang kian mendapat perhatian para ahli gizi dan fakar kesehatan.
Kol, atau kubis, telah lama menjadi bagian dari pola makan masyarakat di berbagai daerah Indonesia. Di warung makan pinggir jalan hingga restoran keluarga, kol hadir dalam bentuk mentah sebagai lalap, ditumis, atau direbus bersama kuah bening.
Konsumsinya berlangsung sepanjang tahun, tanpa mengenal musim tertentu. Kebiasaan ini bukan semata karena harganya terjangkau, tetapi juga karena rasanya yang ringan dan mudah dipadukan dengan berbagai hidangan.
Menurut dr. Andini Prasetyo, seorang fakar kesehatan yang ditemui dalam sebuah diskusi gizi di Jakarta awal pekan ini, kol termasuk sayuran yang kaya nutrisi meski sering diremehkan.
“Kol mengandung vitamin C, vitamin K, serat, serta senyawa antioksidan seperti sulforaphane. Kandungan ini berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan sel,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa vitamin C membantu meningkatkan sistem imun, sementara vitamin K mendukung pembekuan darah dan kesehatan tulang.
Manfaat kol semakin terasa ketika dikonsumsi secara rutin dalam jumlah cukup. Serat yang tinggi membantu melancarkan sistem pencernaan dan menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Dalam jangka panjang, pola makan tinggi serat berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan gangguan jantung. “Serat dalam kol bekerja seperti sapu alami di saluran cerna. Ia membantu mengontrol kadar gula darah dan kolesterol,” tambah Andini.
Ahli gizi klinis, Rina Mahardika, menekankan bahwa kol juga rendah kalori sehingga cocok bagi mereka yang ingin menjaga berat badan. Dalam satu porsi sekitar satu cangkir kol mentah, kalori yang terkandung relatif kecil dibandingkan nilai gizinya.
“Kol memberi rasa kenyang lebih lama tanpa menambah asupan kalori berlebihan. Ini membantu mengontrol nafsu makan,” jelas Rina saat ditemui di salah satu rumah sakit swasta di Bandung.
Selain itu, kol dikenal memiliki sifat antiinflamasi berkat kandungan antioksidannya. Senyawa seperti anthocyanin pada kol ungu, misalnya, berperan dalam melawan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh. Radikal bebas sering dikaitkan dengan penuaan dini dan berbagai penyakit degeneratif. Dengan mengonsumsi kol secara teratur, tubuh mendapatkan perlindungan tambahan terhadap stres oksidatif.
Di beberapa penelitian internasional, konsumsi sayuran cruciferous seperti kol juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker tertentu. Sulforaphane, salah satu senyawa aktif di dalamnya, diduga membantu proses detoksifikasi alami tubuh dan mendukung mekanisme pertahanan sel.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa manfaat ini tidak berdiri sendiri. “Kol bukan obat ajaib. Ia harus menjadi bagian dari pola makan seimbang yang kaya variasi sayuran dan buah,” tegas Rina.
Namun di balik berbagai manfaatnya, konsumsi kol dalam jumlah sangat banyak juga memiliki efek yang perlu diperhatikan. Pada sebagian orang, terutama yang memiliki sistem pencernaan sensitif, kol dapat memicu kembung dan produksi gas berlebih.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: