• Cek warna dan tekstur: Bubuk yang berkualitas memiliki warna hitam tua yang merata dan tekstur yang tidak menggumpal. Hindari bubuk yang berwarna terlalu terang atau menggumpal, karena itu bisa menandakan adanya campuran atau kelembapan.
• Pilih merek terpercaya: Pilihlah produk dari merek yang dikenal baik, karena mereka biasanya menggunakan bahan baku berkualitas dan proses pengolahan yang tepat.
• Hindari bubuk dengan tambahan: Pastikan tidak ada bahan tambahan seperti garam, pengawet, atau pewarna dalam komposisinya.
Tips Menyimpan Lada Hitam dengan Benar
• Simpan pada suhu ruang: Tempatkan lada hitam (baik biji utuh maupun bubuk) di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung. Hindari menyimpannya di dekat kompor atau wastafel karena paparan panas dan kelembapan dapat merusak kualitasnya.
• Gunakan wadah kedap udara: Pindahkan lada ke dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara setelah membuka kemasan aslinya. Tutup rapat wadah setelah digunakan untuk mencegah masuknya udara dan kelembapan.
• Jangan simpan di lemari es: Kelembapan di dalam lemari es dapat menyebabkan lada menggumpal dan kehilangan aroma. Hanya simpan di lemari es jika Anda tinggal di daerah dengan kelembapan sangat tinggi, namun pastikan wadahnya benar-benar kedap udara.
• Perbarui secara berkala: Bubuk lada sebaiknya diganti setiap 3–6 bulan, sedangkan biji utuh bisa bertahan hingga 1–2 tahun jika disimpan dengan benar. Setelah digiling, gunakan bubuknya dalam waktu maksimal 1 bulan untuk mendapatkan rasa terbaik.