Tekanan dari kebiasaan menggertakkan gigi atau bruxism juga dapat memicu pergeseran. Tekanan berlebihan yang terjadi berulang, terutama saat tidur, memberi beban ekstra pada gigi dan rahang. Dalam jangka panjang, tekanan ini dapat mengubah posisi gigi, terutama jika struktur penyangga sudah melemah.
Perubahan bentuk gigi yang maju ke depan bukan hanya persoalan estetika. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi bicara, proses mengunyah, hingga meningkatkan risiko gigi berlubang akibat sulitnya membersihkan area tertentu.
Kesadaran akan faktor penyebab menjadi langkah awal untuk pencegahan. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi, pengawasan kebiasaan sejak dini, serta penanganan tepat waktu dapat membantu menjaga susunan gigi tetap ideal.
Sumber berita:
1. Proffit, W.R., Fields, H.W., Sarver, D.M. Contemporary Orthodontics. Elsevier.
2. American Association of Orthodontists. Causes of Malocclusion.
3. Kementerian Kesehatan RI. Panduan Kesehatan Gigi dan Mulut, 2021.