PT Agrinas Bakal Sediakan Mobil India Untuk Koperasi Desa Merah Putih, Munculkan Kritik
Mobul india untuk Koperasi merah putih-net/istimewa-
RADARMUKOMUKO.COM - Keputusan Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) mengimpor 105.000 pikap dan truk dari India untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih (KMP) di Indonesia munculkan kritikan.
Proyek pengadaan dengan nilai mencapai Rp24,66 triliun tersebut dinilai terlalu memaksa dan kurang kurang memperhatikan nasib industr otomotif dalam negeri.
Pihak pengelola industri otomotif dalam negeri menyatakan siap memenuhi kebutuhan tersebut sehingga kebijakan impor ini pun dipertanyakan.
Dilansir dari disway.id, Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, meminta impor pikap India untuk Kopdes Merah Putih agar memerhartikan dampak otomotif dalam negeri.
BACA JUGA:Puasa Ramadhan Hari ke-10, Ini Waktu Berbuka dan Jadwal Sholat Hari Ini
BACA JUGA:Tips Membuat Lapis Legit Anti Gagal: Pilih Bahan Berkualitas dan Ikuti Langkah dengan Teliti!
Menurut Sultan, keputusan bisnis BUMN dalam hal ini Agrinas yang ditugaskan membangun KDMP tersebut terburu-buru dan kurang sensitif terhadap nasib industr otomotif dalam negeri.
"Kita tentunya sangat menghormati Keputusan PT Agrinas dalam melakukan Pengadaan mobil operasional dengan memperhatikan prinsip efisiensi Dan kelayakan bisnis. Namun Kebijakan Pengadaan mobil operasional KDMP oleh PT Agrinas yang bersifat mandatory sebaiknya mendahulukan kepentingan industri dan produk dalam negeri," ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Jumat, 27 Februari 2026.
Sultan menilai dari kebijakan pengadaan mobil operasional KDMP, pemerintah berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja Dan menengah terjadinya PHK di sektor otomotif
"Kami percaya Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian bersama pelaku industri dalam negeri bisa menyesuaikan harga bisa dan kewajaran kualitas agar lebih kompetitif," tegasnya.
BACA JUGA:9 Hari Puasa Ramadhan, Waktu Berbuka dan Sholat di Wilayah Mukomuko
BACA JUGA:Lapis Legit: Kue Mewah yang Kaya Rasa, Warisan Kuliner Indonesia yang Mendunia!
Mantan ketua HIPMI Bengkulu itu mengatakan kebijakan PT Agrinas tersebut masih berpeluang untuk dibatalkan. Industri otomotif kita mampu men-supllay pick up yang lebih adaptif dengan kebutuhan logistic Kopdes.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
