Target Rp250 Juta, Retribusi Pasar Baru Terkumpul Rp10 Juta

Target Rp250 Juta, Retribusi Pasar Baru Terkumpul Rp10 Juta

--

 

RADARMUKOMUKO.COM - Target pemerintah sebesar Rp250 juta, namun hingga saat ini realisasi retribusi pasar di Kabupaten Mukomuko baru sekitar 4 persen atau Rp10 juta.

Kondisi ini menunjukkan rendahnya tingkat kepatuhan pengelola pasar dalam menyetorkan kewajiban retribusi yang menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Hingga saat ini, baru dua wilayah yang tercatat telah melakukan penyetoran, yakni Pasar Pulai Payung di Kecamatan Ipuh dan Pasar Koto Jaya di Kecamatan Kota Mukomuko.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Mukomuko, Safriadi, SH, menegaskan bahwa seluruh pengelola pasar yang belum menyetor diminta segera memenuhi kewajibannya. 

Keterlambatan ini dinilai berdampak langsung terhadap capaian PAD daerah yang sudah ditetapkan dalam APBD 2026.

"Potensi retribusi pasar sebenarnya cukup besar jika seluruh pengelola pasar menjalankan kewajiban secara maksimal. Namun, hingga pertengahan tahun, kontribusi sektor ini masih sangat minim dan belum menunjukkan progres signifikan," katanya. 

BACA JUGA:Kades Lubuk Sahung Ajukan Pengunduran Diri, Camat Minta BPD Lakukan Koordinasi

BACA JUGA:Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Fitri Meninggal Dunia, Sakit Jantung Sempat Dirawat Satu Minggu Di Rumah Sakit

Ia menekankan bahwa retribusi pasar bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah. 

Dana yang terkumpul akan kembali ke masyarakat dalam bentuk program pembangunan dan pelayanan publik.

Pihaknya mengaku akan melakukan evaluasi terhadap pengelolaan pasar, termasuk kemungkinan penertiban dan langkah tegas terhadap pihak yang tidak patuh. Pengawasan akan diperketat agar target yang telah ditetapkan tidak semakin jauh tertinggal.

"Dengan waktu yang tersisa hingga akhir tahun, kami berharap ada percepatan penyetoran dari seluruh pengelola pasar. Tanpa adanya komitmen bersama, target retribusi pasar dipastikan sulit tercapai," pungkasnya.*

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: