Disparpora Mukomuko : Objek Wisata Sumbang PAD Rp 3 Juta Selama Lebaran

Disparpora  Mukomuko : Objek Wisata Sumbang PAD Rp 3 Juta Selama Lebaran

Kepala Dinas PMD Kabupaten Mukomuko, Ujang Selamat--

RADARMUKOMUKO.COM - Seperti diketahui, saat libur lebaran idul fitri seluruh objek wisata di Kabupaten Mukomuko dipadati pengunjung.

Sebagian pengelola wisata menggelar acara hiburan dengan mendatangkan artis ibukota hingga artis daerah. Umumnya pengelola objek wisata menarik karcis masuk dan uang parkira kepada para pengunjung.

Dari kegiatan lokasi wisata saat lebara idul fitri, Dinas pariwisata, pemuda dan olahraga (Disparpora) Kabupaten Mukomuko berhasil menarik Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 3 juta.

Kepala Disparpora Mukomuko, Ujang Selamet mengatakan dari kegiatan lokasi wisata selama lebaran pihaknya berhasil memperoleh PAD Rp 3 juta atau 15 persen dari target PAD disektor wisata.

BACA JUGA:Penyaluran Pertama, KPM BLT-DD Banjarsari Langsung Terpangkas

BACA JUGA:Pemkab Mukomuko Matangkan Rencana Pembangunan Gudang Bulog di Lubuk Pinang

Angka ini memang masih kecil, namun setidaknya secara berhatap masukan dari objek wisata mulai ada. Adapun perolehan PAD ini dari surat rekomendasi untuk izin keramaian atau izin mengadakan hiburan.

"Kita sudah cukup bersyurkur, setidaknya dari target Rp 20 juta, kita memperoleh Rp 3 juta PAD di bidang pariwisata," katanya.

Walau banyak objek wisata di Mukomuko, namun PAD ini hanya diperoleh dari 5 objek wisata yang mengadakan hiburan.

Lokasi wisata  yang menghasilkan PAD yaitu, Batu Kumbang di Ipuh, Pantai Batung Badoro di Mukomuko, Pantai Air Buluh juga di Ipuh, Pantai Air Rami dan objek wisata pantai markisa di Teramang Jaya.

Untuk lokasi pantai lainnya tidak melaksanakan kegiatan hiburan hingga tidak mengajukan rekom untuk izin kegiatannya. Setiap rekom, pengelola wisata yang atas nama pemerintah bayar Rp 300 ribu.

BACA JUGA:Meresahkan, Pria Diduga ODGJ di Pauh Terenja Dievakuasi ke RSJ Bengkulu

BACA JUGA:Manfaat Jamur Tiram bagi Kesehatan: Sumber Protein Nabati yang Lezat

"Itu hanya dari lima lokasi wisata, kalau wisata lain mereka tidak ada hiburan sehingga tidak butuh rekom. Setiap rekom yang dikeluarkan untuk kegiatan hanya Rp 300 ribu karena yang mengajukan pemerintah desa," paparnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: