Bukan Kualitas Alasan Sawit Indonesia Sulit Menembus Pasar Eropa, Tapi Perang Dagang Pemicunya

Bukan Kualitas Alasan Sawit Indonesia Sulit Menembus Pasar Eropa, Tapi Perang Dagang Pemicunya

Bukan Kualitas Alasan Sawit Indonesia Sulit Menembus Pasar Eropa, Tapi Perang Dagang Pemicunya--

RADARMUKOMUKO.COM – Berbagai isu dihembuskan sebagai trik perang dagang, terutama produk ekspor minyak kepala sawit dari Indonesia.

Beberapa produk minyak sawit yang diekspor dari Indonesia ke Eropa, selalu mendapatkan serangan dan hambatan dengan berbagai alasan seperti lingkungan dan hutan lindung, ispo dll.

BACA JUGA:Jangan Lewatkan Pinjaman KUR BRI Limit Rp 40 Juta, Cicilan Rp 30.000 - an, Lihat Tabel Angsuran Disini

Bermacam serangan yang muncul dari Eropa untuk mencekal produk kelapa sawit Indonesia.

Mulai dari Black Campaign hingga pemberlakuan Undang - Undang (UU) Deforestasi. Seperti diketahui, UU Deforestasi mulai diberlakukan sejak Mei lalu.

Menyikap persoalan ini, Kepala Divisi Perusahaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (PPDPKS) Acmad Maulizal Sutawijaya mengutarakan pendapatnya bahwa yang dilakukan oleh Uni Eropa merupakan trik perang dagang semata.

Mereka tidak ingin produk minyak nabati sejenis bunga matahari, kedelai dan jagung kalah bersaing dengan sawit.

“Untuk menjaga pasar produk, Eropa melakukan langkah-langkah yang terlihat menyerang kelapa sawit.

BACA JUGA:Ternyata Kelapa Sawit Awalnya Hanya 4 Biji Brondol, Ini Asal Usulnya

Padahal ini adalah persaingan dagang semata,” kata Achmad.

Achmad menilai memang banyak produk minyak sawit Republik Indonesia yang memiliki daya saing tinggi dengan kompetitor minyak nabati lain yang berasal dari Eropa.

Hal tersebut yang membuat harga minyak sawit Republik Indonesia menjadi lebih murah. Salah satunya menyangkut soal produktivitas.

“Saat ini produktivitas sawit sebagai minyak nabati belum tergantikan oleh minyak nabati dari jenis lain. Termasuk rapeseed, soybean, bunga matahari dan lainnya yang merupakan produk unggulan petani Eropa,” terangnya.

BACA JUGA:Kemnaker Canangkan Sektor Perkebunan Kelapa Sawit Terbebas Pekerja Anak di 16 Provinsi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: