TP PKK Buka Layanan Pondok Gizi, Bantu Penanggulangan Stunting di Mukomuko

TP PKK Buka Layanan Pondok Gizi, Bantu Penanggulangan Stunting di Mukomuko

--

RADARMUKOMUKO.COM – Tim Penggerak PKK Kabupaten Mukomuko, kecamatan dan desa bergerak satu arah. Secara besama membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kasus stunting di wilayah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Mukomuko, Hj. T. Nurliyana Habsah Sapuan melalui Ketua Bidang Pokja 4 TP PKK Kabupaten Mukomuko, Siti Hadiyah ketika ditemui, Selasa (26/07/2022). 

Dikatakan Siti, selain gencarkan sosialisi mengajak masyarakat gemar mengonsumsi makanan bergizi, juga melaksanakan aksi nyata, dengan memberikan layanan dan pembinaan pencegahan stunting.

‘’Upaya pencegahan stunting adalah komitmen bersama. Kami dari TP PKK, baik di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa terus gencarkan sosialisasi dan aksi nyata dalam membantu pemerintah untuk mencapai tujuan tersebut,’’ ungkap Siti. 

Khusus untuk Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya yang ditetapkan sebagai desa pilot project pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Mukomuko. Kata Siti, pihaknya juga telah membuka pondok gizi sebagai tempat pelayanan dan pembinaan secara khusus bagi anak stunting. Pelayanan dimaksud, mulai dari pengecekan kesehatan, pemenuhan gizi dan pemantauan perkembangan anak.  

‘’Melalui Pokja 4, juga telah dibangun pondok gizi di desa pilot project penanganan stunting. Di pondok gizi ini, anak-anak stunting dan para orangtuanya diberi pembinaan, pemantauan kesehatannya dan sekaligus dengan pemenuhan gizinya,’’ ujarnya. 

Pondok gizi untuk pencegahan dan pelayanan stunting TP PKK telah berjalan sejak April 2022 lalu. Menurut Siti, terhitung April lalu di Desa Talang Buai terdapat 5 orang anak stunting yang terus dilakukan pemantauan. 

‘’Tahun 2021 lalu, di Talang Buai ditemukan 8 anak masuk kategori stunting. Setelah diberi perhatian khusus, alhamdulillah 3 diantaranya mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Untuk tahun ini, 5 anak stunting masih dalam pemantauan hingga 5 tahun kedepan,’’ demikian Siti. (nek/prw)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: