Manfaat bagi Kesehatan Jika Sudah Makan Sahur Minum Susu
Manfaat bagi Kesehatan Jika Sudah Makan Sahur Minum Susu--
RADARMUKOMUKO.COM - Di meja makan, sepiring nasi hangat, telur orak-arik, dan tumis buncis tersaji rapi. Setelah suapan terakhir, Santi (38) tak lupa menuangkan segelas susu hangat ke dalam cangkir favoritnya.
Bagi ibu dua anak itu, kebiasaan minum susu setelah sahur bukan sekadar pelengkap, melainkan ikhtiar kecil agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari berpuasa.
Kebiasaan ini ia mulai sejak Ramadan dua tahun lalu, ketika aktivitasnya sebagai guru sekolah dasar terasa semakin padat. Mengajar sejak pagi hingga siang dalam kondisi berpuasa sempat membuatnya mudah lelah.
“Dulu sekitar jam 11 siang badan sudah terasa lemas dan kepala agak pusing. Setelah rutin minum susu saat sahur, rasanya lebih stabil dan tidak cepat drop,” ujarnya saat ditemui seusai mengajar, Senin pekan ini.
Apa yang dirasakan Santi bukan tanpa dasar. Susu mengandung kombinasi protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan energi tubuh.
Protein dalam susu, terutama kasein dan whey, dicerna secara bertahap sehingga membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Dalam konteks puasa yang berlangsung belasan jam, asupan ini memberi cadangan energi yang dilepas perlahan.
Dr. Rachmat Hidayat, spesialis gizi klinis di Jakarta, menjelaskan bahwa minum susu setelah makan sahur dapat menjadi strategi sederhana untuk menjaga stamina. “Susu mengandung protein berkualitas tinggi serta kalsium dan vitamin D yang penting bagi fungsi otot dan tulang.
Protein membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama,” katanya dalam wawancara terpisah. Ia menambahkan bahwa kandungan laktosa sebagai karbohidrat alami juga berkontribusi pada suplai energi tambahan.
Manfaat lain yang kerap dirasakan adalah kestabilan kadar gula darah. Saat sahur, sebagian orang cenderung memilih makanan tinggi karbohidrat sederhana yang cepat dicerna.
Akibatnya, gula darah melonjak lalu turun drastis beberapa jam kemudian, memicu rasa lemas. Kombinasi makanan seimbang yang diakhiri dengan susu dapat membantu memperlambat proses tersebut. “Asupan protein dan lemak sehat dalam susu membantu mengendalikan lonjakan gula darah,” ujar Rachmat.
Di Bandung, pengalaman serupa juga dirasakan oleh Arif (27), seorang pekerja kreatif yang tetap aktif berolahraga ringan selama Ramadan. Ia mengaku awalnya ragu menambahkan susu ke dalam menu sahurnya karena khawatir terasa terlalu berat.
Namun setelah mencoba susu rendah lemak, ia justru merasa tubuhnya lebih siap menjalani aktivitas. “Saya tetap jogging ringan sore hari. Tidak terasa terlalu lemas seperti sebelumnya,” tuturnya.
Mengapa susu memberi efek menenangkan pada perut bagi sebagian orang juga berkaitan dengan kandungan nutrisinya. Susu hangat dapat memberikan sensasi nyaman pada lambung, terutama jika dikonsumsi setelah makanan utama.
Namun para ahli mengingatkan bahwa respons tiap individu berbeda. Bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa, pilihan susu bebas laktosa atau susu nabati yang difortifikasi bisa menjadi alternatif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: