Olahraga yang Paling Aman untuk Para Usia di Atas 50

Rabu 04-03-2026,16:23 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam  Journal of Aging and Physical Activity, latihan keseimbangan dan kekuatan ringan dapat meningkatkan stabilitas tubuh pada lansia secara signifikan. Dr. Rina menegaskan bahwa kombinasi latihan kardiovaskular ringan dan latihan kekuatan tetap diperlukan. “Banyak orang takut latihan beban setelah 50 tahun, padahal beban ringan justru membantu mencegah sarcopenia atau penyusutan massa otot,” katanya.

Latihan kekuatan tidak harus dilakukan di pusat kebugaran dengan alat berat. Mengangkat dumbbell ringan, menggunakan resistance band, atau bahkan latihan beban tubuh seperti squat ringan dan push-up dinding sudah cukup membantu menjaga kepadatan tulang. Namun, pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Kapan waktu terbaik untuk mulai berolahraga sering kali menjadi pertimbangan. Para ahli sepakat bahwa tidak ada kata terlambat selama kondisi medis memungkinkan. Pemeriksaan kesehatan sebelum memulai program olahraga sangat dianjurkan, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, atau gangguan sendi.

Bagaimana menjaga konsistensi juga menjadi kunci. Olahraga yang aman sekalipun tidak akan memberi manfaat jika dilakukan hanya sesekali. Haryono mengaku menjaga motivasi dengan bergabung dalam komunitas. “Kalau ada teman, rasanya lebih semangat. Kami saling mengingatkan,” ujarnya sambil tersenyum.

Di atas usia 50 tahun, olahraga bukan tentang kompetisi atau memecahkan rekor pribadi. Ia menjadi sarana merawat tubuh yang telah bekerja keras selama puluhan tahun. Pilihan aktivitas berdampak rendah seperti jalan kaki, berenang, yoga, tai chi, serta latihan kekuatan ringan menghadirkan keseimbangan antara keamanan dan manfaat.*

 
Kategori :