RADARMUKOMUKO.COM - Semangka dikenal sebagai buah dengan kandungan air lebih dari 90 persen. Selain itu, ia mengandung gula alami seperti fruktosa, vitamin C, serta likopen yang bersifat antioksidan.
Di banyak daerah di Indonesia, semangka menjadi pilihan utama menu takjil karena mudah didapat dan harganya relatif terjangkau. Dalam suasana kebersamaan keluarga saat Ramadan, potongan semangka sering habis lebih dulu sebelum hidangan utama tersentuh.
Ahli gizi klinis dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr. Rina Mahardika, menjelaskan bahwa mengonsumsi semangka dalam porsi wajar saat berbuka sebenarnya tidak bermasalah.
“Semangka membantu mengembalikan cairan tubuh dengan cepat karena kandungan airnya tinggi. Ini baik setelah berpuasa,” ujarnya dalam sebuah diskusi kesehatan pekan lalu di Depok. Namun ia mengingatkan bahwa porsi berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan dan lonjakan gula darah.
Setelah hampir 13 jam berpuasa, sistem pencernaan berada dalam kondisi istirahat. Ketika tubuh tiba-tiba menerima asupan gula dalam jumlah besar, pankreas harus bekerja cepat memproduksi insulin.
Pada orang sehat, proses ini mungkin tidak menimbulkan keluhan berarti. Tetapi pada individu dengan pradiabetes atau diabetes, lonjakan gula darah bisa terjadi lebih drastis. Rasa lemas, pusing, bahkan kantuk berat dapat muncul tak lama setelah berbuka.
Selain kadar gula, efek lain yang kerap muncul adalah perut terasa kembung. Kandungan fruktosa yang tinggi pada semangka dapat difermentasi oleh bakteri usus jika dikonsumsi berlebihan.
Proses ini menghasilkan gas yang membuat perut tidak nyaman. “Beberapa pasien mengeluhkan begah atau mulas setelah terlalu banyak makan buah manis saat berbuka, termasuk semangka,” kata dr. Rina. Ia menambahkan bahwa pola makan yang langsung berlebihan setelah puasa dapat mengganggu keseimbangan lambung.
Di sebuah masjid kawasan Bandung, seorang jamaah bernama Arif mengaku pernah mengalami nyeri perut ringan usai berbuka dengan dua piring penuh potongan semangka.
Ia merasa segar pada awalnya, tetapi setengah jam kemudian perutnya terasa penuh dan tidak nyaman untuk melanjutkan salat tarawih. Pengalaman itu membuatnya lebih berhati-hati dalam mengatur porsi makan.
Efek lain yang jarang disadari adalah peningkatan frekuensi buang air kecil pada malam hari. Karena kandungan airnya sangat tinggi, konsumsi semangka dalam jumlah besar dapat memicu produksi urin lebih banyak.
Bagi sebagian orang, kondisi ini mengganggu kualitas istirahat malam, terutama jika disertai konsumsi minuman manis lainnya.
Meski demikian, bukan berarti semangka harus dihindari. Buah ini tetap memiliki manfaat penting. Likopen di dalamnya diketahui berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Vitamin C mendukung daya tahan tubuh, sementara kandungan airnya efektif mencegah dehidrasi ringan. Kuncinya terletak pada cara dan jumlah konsumsi.
Menurut dr. Rina, berbuka idealnya dimulai dengan air putih dan makanan ringan dalam porsi kecil untuk “membangunkan” sistem pencernaan secara perlahan. Setelah itu, jeda beberapa menit sebelum menyantap makanan utama akan membantu tubuh beradaptasi. “Buah boleh dikonsumsi, termasuk semangka, tetapi cukup satu hingga dua potong sedang. Jangan langsung dalam jumlah besar,” ujarnya.