Puding Karamel: Sejarah, Asal-Usul, dan Fakta Unik yang Perlu Kamu Tahu!

Minggu 22-02-2026,14:23 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

 

2. Peran Bain-Marie: Rahasia tekstur puding karamel yang lembut dan silky adalah proses pemanggangan dalam bain-marie (penangas air). Teknik ini memastikan puding matang perlahan dan merata, mencegah telur menggumpal atau puding menjadi berlubang karena panas berlebih. Tanpa bain-marie, puding cenderung akan pecah dan bertekstur kasar.

 

3. Karamel Terbalik: Nama crème renversée (krim terbalik) yang digunakan di beberapa negara berbahasa Prancis menggambarkan cara penyajiannya yang ikonik. Karamel yang awalnya berada di dasar cetakan akan menjadi saus pelapis saat puding dibalik.

 

4. Flan Tanpa Telur di Portugal: Di Portugal, ada variasi puding karamel yang disebut pudim flan yang kadang-kadang dibuat tanpa telur, hanya menggunakan susu, gula, dan gelatin. Namun, versi yang lebih tradisional dan umum tetap menggunakan telur.

 

5. Simbol Kemewahan di Masa Lalu: Pada masa awal kemunculannya, gula adalah komoditas yang mahal. Oleh karena itu, hidangan seperti puding karamel dulunya merupakan simbol kemewahan dan hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas. Kini, ia menjadi hidangan yang dapat dinikmati siapa saja.

 

Dari meja makan kerajaan hingga warung kaki lima, puding karamel telah menempuh perjalanan panjang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner global. Kesederhanaan bahannya berpadu dengan keanggunan rasanya, menjadikan puding karamel lebih dari sekadar dessert, melainkan juga sepotong sejarah yang bisa kita nikmati.

Tags :
Kategori :

Terkait