Jejak Sejarah Arisan, Tradisi Gotong Royong yang Mengakar di Masyarakat

Jejak Sejarah Arisan, Tradisi Gotong Royong yang Mengakar di Masyarakat

Jejak Sejarah Arisan, Tradisi Gotong Royong yang Mengakar di Masyarakat-KORANRM.ID - -Sumber Ai

RADARMUKOMUKO.COM -  Di balik suasana hangat pertemuan warga dan tawa yang mengiringi undian sederhana, arisan menyimpan sejarah panjang yang melampaui sekadar aktivitas sosial.

Tradisi yang kini begitu lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia ini tidak muncul begitu saja. Ia lahir dari kebutuhan kolektif, semangat kebersamaan, serta cara cerdas masyarakat dalam mengelola keuangan jauh sebelum sistem perbankan menjangkau semua kalangan.

Berakar dari Tradisi Global

Konsep arisan ternyata bukan hanya milik Indonesia. Praktik serupa telah ada sejak ratusan tahun lalu di berbagai belahan dunia.

Di Tiongkok dikenal dengan istilah hui, di Jepang disebut tanomoshi, di Afrika Barat dikenal sebagai susu, dan di Amerika Latin disebut tanda.

Meski berbeda nama, prinsipnya sama: sekelompok orang mengumpulkan uang secara rutin, lalu dana tersebut diberikan secara bergiliran kepada setiap anggota.

Berkembang di Masa Kolonial

Di Indonesia, arisan mulai berkembang pesat pada masa kolonial Belanda.

Kala itu, masyarakat pribumi memiliki keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal. Arisan menjadi solusi sederhana namun efektif untuk menabung sekaligus mendapatkan dana dalam jumlah tertentu.

Dari sinilah arisan mulai mengakar dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

BACA JUGA:Alasan Ini dalam Islam Dilarang Minum Sambil Berdiri, Ternyata Penuh Hikmah

Lebih dari Sekadar Simpan Pinjam

Seiring waktu, arisan tidak hanya berfungsi sebagai sistem keuangan sederhana.

Ia juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial. Di banyak daerah, arisan identik dengan pertemuan rutin yang penuh keakraban, baik di lingkungan keluarga, tetangga, maupun komunitas.

Nilai utama yang terkandung dalam arisan antara lain:

  • Gotong royong
  • Kepercayaan antaranggota
  • Tanggung jawab bersama
  • Solidaritas sosial

Terus Berkembang Mengikuti Zaman

Arisan kini tidak lagi terbatas pada uang tunai.

Bentuknya semakin beragam, seperti:

  • Arisan barang (peralatan rumah tangga)
  • Arisan emas
  • Arisan umrah
  • Arisan online berbasis digital

Meski mengalami banyak perubahan, esensi arisan tetap sama, yaitu kebersamaan dan saling membantu.

Tantangan di Era Modern

Di balik manfaatnya, arisan juga memiliki risiko.

Beberapa kasus menunjukkan adanya konflik akibat kurangnya transparansi atau penyalahgunaan dana.

Oleh karena itu, penting untuk:

  • Membuat kesepakatan yang jelas
  • Menjaga kepercayaan antaranggota
  • Mengelola arisan secara terbuka dan jujur

Kesimpulan

Arisan bukan sekadar aktivitas mengumpulkan uang, tetapi bagian dari kearifan lokal yang telah bertahan lintas zaman.

Di dalamnya terdapat nilai gotong royong, kepercayaan, dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

 

Di tengah modernisasi, arisan tetap memiliki tempat istimewa karena tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarindividu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: sejarah arisan di indonesia