Ini Efek bagi Kesehatan Ketika Belum Selesai Makan tapi Sudah Minum

Minggu 22-02-2026,11:37 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

 

RADARMUKOMUKO.COM -  Kebiasaan minum sedang makan  itu terasa wajar, hampir otomatis, terutama ketika makanan terasa pedas atau teksturnya kering. Namun di balik kebiasaan yang tampak sepele tersebut, para ahli kesehatan mengingatkan adanya dampak yang perlu dipahami agar tidak merugikan tubuh dalam jangka panjang.

Dokter spesialis penyakit dalam di Jakarta, dr. Fajar Pramudito, menjelaskan bahwa kebiasaan ini tidak selalu berbahaya, tetapi bisa menimbulkan efek tertentu jika dilakukan berlebihan.

“Tubuh memiliki mekanisme alami dalam mencerna makanan. Saat kita makan, lambung memproduksi asam dan enzim untuk memecah nutrisi. Jika terlalu banyak minum di tengah proses itu, konsentrasi asam lambung bisa sedikit terdilusi,” ujar Fajar saat ditemui di kliniknya pekan ini. 

Ia menekankan bahwa pada orang sehat, tubuh biasanya mampu menyesuaikan diri. Namun pada individu dengan gangguan pencernaan seperti maag atau refluks asam, kebiasaan tersebut dapat memicu rasa tidak nyaman.

Secara fisiologis, makanan yang masuk ke lambung akan bercampur dengan cairan lambung sebelum diteruskan ke usus halus. Minum dalam jumlah banyak sebelum makanan selesai dapat membuat lambung terasa lebih cepat penuh. 

Sensasi kenyang datang lebih awal, tetapi bukan semata karena kebutuhan nutrisi telah terpenuhi. “Sebagian orang jadi berhenti makan bukan karena cukup energi, melainkan karena lambung sudah terasa sesak oleh cairan,” kata Fajar.

Di Surabaya, ahli gizi klinis Nur Aini menambahkan bahwa kebiasaan ini juga berkaitan dengan pola makan tidak sadar. Menurutnya, minum terlalu cepat saat makan dapat mengurangi proses mengunyah yang seharusnya optimal. 

“Mengunyah adalah tahap penting pencernaan. Air liur mengandung enzim yang membantu memecah karbohidrat. Jika makanan langsung ditelan dengan bantuan minuman, proses awal ini jadi kurang maksimal,” jelasnya.

Nur Aini mencontohkan kasus pasien remaja yang sering mengeluhkan perut kembung setelah makan. Setelah ditelusuri, kebiasaan minum minuman manis dalam jumlah besar sebelum makanan habis menjadi salah satu faktor pemicu. 

Selain menambah asupan gula, cairan berkalori tinggi memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan produksi gas. “Kebiasaan kecil seperti ini, jika dilakukan setiap hari, bisa berdampak pada metabolisme dan berat badan,” ujarnya.

Sejumlah penelitian mendukung penjelasan tersebut. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Physiology and Behavior menunjukkan bahwa konsumsi cairan dalam jumlah besar saat makan dapat memengaruhi rasa kenyang dan kecepatan makan. 

Sementara itu, riset dari American Journal of Gastroenterology mencatat bahwa individu dengan gangguan refluks gastroesofageal lebih rentan mengalami keluhan ketika lambung terisi terlalu penuh, termasuk oleh cairan.

Meski demikian, para ahli tidak serta-merta melarang minum saat makan. Air putih dalam jumlah wajar justru membantu proses menelan dan mencegah tersedak, terutama pada lansia. Yang menjadi perhatian adalah pola dan jumlahnya. 

Fajar menyarankan agar minum dilakukan dalam tegukan kecil dan tidak berlebihan sebelum makanan selesai. “Jika haus, silakan minum, tetapi jangan sampai satu atau dua gelas langsung habis di tengah makan,” tuturnya.

Tags :
Kategori :

Terkait