Kelebihan Sawit di Tanah Gambut, Umur Produksinya Sampai Segini

Sabtu 21-02-2026,12:49 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

RADARMUKOMUKO.COM -  Para petani di wilayah pesisir timur Sumatera dan sebagian Kalimantan, sawit di lahan gambut bukan sekadar pilihan, melainkan realitas yang telah mereka kelola selama puluhan tahun dengan hasil yang, dalam banyak kasus, melampaui dugaan awal.

Di Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, deretan pohon sawit berusia lebih dari dua dekade masih berdiri kokoh dan produktif. Tandan buah segar tetap muncul teratur, meski usia tanaman telah melewati 20 tahun. 

“Kalau dirawat dengan baik, sawit di gambut bisa berproduksi sampai 25 bahkan 30 tahun,” ujar Darmawan, pengelola kebun rakyat yang telah menanam sejak awal 2000-an. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui pada Februari 2026, di sela aktivitas panen yang berlangsung sejak pagi.

Umur produksi yang relatif panjang menjadi salah satu kelebihan sawit di tanah gambut. Struktur gambut yang tebal dan kaya bahan organik menyediakan media tumbuh yang stabil bagi sistem perakaran, selama tata air dikelola dengan benar. 

Akar sawit mampu berkembang luas di lapisan atas yang gembur, menyerap nutrisi secara konsisten ketika kebutuhan hara tercukupi.

Menurut Rudi Hartono, penyuluh pertanian yang mendampingi sejumlah kelompok tani di wilayah tersebut, potensi umur produksi ini sangat bergantung pada manajemen kebun. 

“Kunci utamanya ada pada pengaturan tinggi muka air dan pemupukan berimbang. Kalau dua hal ini terjaga, tanaman bisa bertahan produktif lebih lama dibandingkan di beberapa lahan marginal lainnya,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa peremajaan biasanya dipertimbangkan setelah produksi menurun signifikan, umumnya mendekati usia 25–30 tahun.

Selain umur produksi, kelebihan lain terletak pada potensi hasil yang stabil. Pada fase puncak, yakni usia 8 hingga 18 tahun, sawit di lahan gambut dapat menghasilkan tandan buah segar dalam jumlah kompetitif, asalkan drainase terkontrol dan unsur hara tercukupi. 

Di kebun Darmawan, rata-rata produksi masih bertahan di kisaran yang dinilai layak secara ekonomi, meski usia tanaman sudah menembus 23 tahun. “Memang tidak setinggi saat umur 12 atau 15 tahun, tapi masih menguntungkan,” katanya.

Tanah gambut memiliki kapasitas menyimpan air yang tinggi, sehingga pada musim kemarau tanaman relatif tidak cepat mengalami stres kekeringan. Kondisi ini memberi keuntungan tersendiri dibandingkan lahan mineral yang mudah retak dan kehilangan kelembapan. 

Namun keunggulan tersebut hanya terasa jika sistem kanal dan pintu air dirawat secara berkala. Tanpa pengelolaan air yang baik, gambut justru rentan mengering berlebihan dan meningkatkan risiko kebakaran.

Dalam beberapa tahun terakhir, praktik budidaya di lahan gambut juga semakin memperhatikan aspek keberlanjutan. 

Pendekatan tanpa bakar dalam pembukaan lahan, penggunaan pupuk sesuai rekomendasi analisis tanah, serta pemanfaatan tandan kosong sebagai mulsa menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem. Langkah-langkah ini turut berkontribusi memperpanjang usia produktif tanaman karena kesehatan tanah tetap terjaga.

Peneliti dari sebuah lembaga riset perkebunan nasional, yang terlibat dalam studi produktivitas sawit di lahan gambut, menyebutkan bahwa dengan teknik budidaya yang tepat, kurva produksi sawit di gambut tidak berbeda jauh dari lahan mineral pada fase awal hingga pertengahan umur tanaman. 

“Perbedaannya lebih pada tantangan pengelolaan. Jika tata air dan nutrisi terkendali, performanya bisa sangat kompetitif,” ungkapnya dalam sebuah diskusi daring awal tahun ini.

Tags :
Kategori :

Terkait