• Vitamin B6 dan B12: Berperan dalam mengurangi kadar homocysteine dalam darah – zat yang dapat merusak dinding pembuluh darah jika kadarnya terlalu tinggi.
• Zat Besi: Membantu pembentukan sel darah merah yang sehat, sehingga oksigen dapat tersalurkan dengan baik ke jantung dan organ lainnya.
Perbandingan dengan Sumber Protein Lainnya
Jika dibandingkan dengan daging sapi tanpa lemak, dada ayam memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah sekitar 50%. Sedangkan dibandingkan dengan daging babi tanpa lemak, dada ayam memiliki kadar kolesterol yang hampir setengahnya lebih rendah. Bahkan dibandingkan dengan beberapa sumber protein nabati seperti kacang kedelai, dada ayam menyediakan protein dengan kualitas yang lebih tinggi dan lebih mudah diserap oleh tubuh.
Di Indonesia, banyak orang yang masih mengonsumsi olahan daging yang tinggi lemak jenuh seperti dendeng, empal, atau sate dengan minyak kelapa yang banyak. Mengganti sebagian dari konsumsi makanan tersebut dengan dada ayam dapat memberikan perubahan signifikan dalam kesehatan jantung dan kadar kolesterol darah dalam waktu singkat.
Cara Mengolah untuk Manfaat Maksimal
Untuk mendapatkan manfaat kesehatan jantung yang optimal, cara pengolahan dada ayam harus diperhatikan dengan cermat. Hindari metode menggoreng dengan minyak berlebih atau menggunakan bumbu yang banyak mengandung garam dan gula. Pilihlah cara memasak yang sehat seperti:
• Merebus: Menjaga semua nutrisi dan tidak menambah lemak ekstra.