RADARMUKOMUKO.COM - Nama Edry Yansen semakin menguat sebagai pelopor pertanian organik di Kabupaten Mukomuko.
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tani Tama ini dikenal aktif mengampanyekan budidaya pertanian organik, baik untuk petani sawah maupun hortikultura, hingga kini kiprahnya menembus tingkat nasional.
Tak hanya mengajak petani beralih ke sistem tanam ramah lingkungan, Yansen juga mengembangkan dan memproduksi berbagai formula organik, seperti pupuk cair F1 Embio, pestisida, serta fungisida organik yang digunakan dalam praktik pertanian berkelanjutan.
Yansen menekuni dunia pertanian organik sekitar lima tahun terakhir. Dalam perjalanannya, ia tidak bekerja sendiri, melainkan didukung oleh jejaring pegiat organik dari berbagai daerah, termasuk dari luar Provinsi Bengkulu dan luar pulau.
Seiring waktu, hasil nyata dari praktik pertanian organik yang dikembangkannya membuat nama Yansen semakin dikenal luas.
BACA JUGA:Kades Kurang Puas Terhadap Hasil Musrenbangcam, Usulan Pembangunan Minim Realisasi, Ini Kata Pemda
BACA JUGA:Gebrakan Polres Mukomuko, Uwi UnguSumber Pangan Alternatif Untuk Ketahanan Nasional
Puncaknya, Yansen dipercaya menjadi narasumber dalam Yampi Podcast berskala nasional.
Dalam forum tersebut, Yansen memaparkan materi mengenai budidaya padi organik di Mukomuko, mulai dari proses, perkembangan, hingga tantangan dan peluang ke depan.
"Dalam Yampi Podcast kemarin ada tiga topik bahasan, yakni agribisnis kopi, budidaya padi organik, dan budidaya bawang merah. Saya sendiri menyampaikan materi tentang padi organik," ujar Yansen.
Ia menjelaskan, potensi padi organik di Mukomuko cukup besar, namun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan.
Salah satu kendala utama adalah pengalaman gagal panen yang pernah dialami petani saat mencoba sistem organik, sehingga mereka kembali menggunakan bahan kimia karena serangan hama yang sulit dikendalikan secara alami.
Selain itu, persoalan pemasaran juga menjadi hambatan. Harga jual beras organik yang lebih tinggi belum sepenuhnya didukung oleh pedagang pengumpul, yang masih membeli hasil panen dengan harga setara padi konvensional.
BACA JUGA:Tips Sukses Membuat Roti Sourdough: Atasi Masalah Umum dan Hasilkan Roti yang Sempurna!