• Mineral Mikro (Trace Minerals): Pada jenis garam yang kurang diproses, seperti garam laut atau garam Himalaya, terdapat jejak mineral lain seperti kalium, kalsium, magnesium, dan zat besi. Meskipun jumlahnya sangat kecil (kurang dari 2% dari berat total garam), keberadaan mineral-mineral ini memberikan profil rasa yang lebih kaya dan sedikit kontribusi nutrisi tambahan bagi tubuh.
Mengapa Keseimbangan Nutrisi Ini Penting?
Nutrisi dalam garam bekerja dalam harmoni yang sangat ketat. Misalnya, natrium harus seimbang dengan kalium untuk memastikan otot berfungsi normal. Masalah kesehatan biasanya muncul bukan karena nutrisinya yang buruk, melainkan karena ketidakseimbangan dosis. Asupan natrium yang terlalu tinggi tanpa dibarengi mineral lain dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. Sebaliknya, asupan yang terlalu rendah dapat mengganggu fungsi saraf.
Kesimpulan
Garam adalah paket nutrisi yang padat dan efisien. Di dalam kristal kecilnya, terkandung natrium untuk energi listrik tubuh, klorida untuk pencernaan yang sehat, dan iodium untuk kecerdasan. Mengetahui kandungan nutrisi ini menyadarkan kita bahwa garam adalah kawan bagi kesehatan, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Jangan hanya melihat garam sebagai pemberi rasa asin, tapi lihatlah ia sebagai mineral esensial yang memastikan setiap sel di tubuh Anda berkomunikasi dengan baik. Kuncinya adalah memilih garam yang diperkaya iodium dan mengonsumsinya secara bijak demi harmoni kesehatan jangka panjang.