Amrin Terpilihan Sebagai Ketua BMA Kabupaten Mukomuko
BMA--
RADARMUKOMUKO.COM - Setelah melalui persaingan ketat Amrin,S.Pd terpilih sebagai Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Mukomuko periode 2026 - 2031.
Amrin menang dengan 10 suara, mengalahkan A. Makhmud KH dalam pemilihan pada acar Musyawarah Daerah (Musda) ke-V BMA Mukomuko yang diselenggarakan Sabtu 29 Agutus 2026 di Mukomuko.
Acara Musda ini langsung dibuka pleh Bupati Mukomuko H Choirul Huda SH. Kegiatan itu dihadiri perwakilan BMA Provinsi Bengkulu,Ketua TP PKK Kabupaten, Sekda, sejumlah pejabat eselon, perwakilan forkopimda, pengurus dan anggota BMA se-Kabupaten Mukomuko, serta tamu undangan lainnya.
Kepala Bagian Kesra Setdakab Mukomuko, Pasnin SE saat laporannya menyampaikan pemilihan dilaksanakan melalui pemungutan jumlah suara terbanyak yang berhasil diperoleh masing - masing calon.
Sementara, penentuan dilakukan oleh perwakilan BMA Kecamatan, pengurus BMA Kabupaten serta perwakilan dari BMA Provinsi.
"Saat Musda berlangsung ditetapkan hanya sebanyak 18 mata pilih atau yang mempunyai hak suara.
BACA JUGA:Di PHK PT. Bazcorp Citra Indonesia, 67 Satpam Agromuko Ajukan Tiga Tuntutan
Dari belasan suara tersebut, pak Amrin memperoleh suara terbanyak atau menang tipis dengan selisih dua suara dari calon lainnya atas nama pak Makhmud," katanya.
Pemda Mukomuko dalam hal ini Bagian Kesra sebatas memfasilitasi kegiatan tersebut. Selanjutnya, Ketua BMA terpilih akan melakukan tahapan selanjutnya diantaranya menyusun kepengurusan hingga nantinya untuk penjadwalan pelantikan pengurus BMA Kabupaten Mukomuko periode 2026-2031.
Bupati Mukomuko, H Choirul Huda SH mengatakan BMA mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah yang tetap berakar pada budaya dan kearifan lokal.
Bupati mengajak BMA menjalankan amanah dengan baik serta dapat menjadi garda terdepan menjaga nilai - nilai budaya dan adat di Kabupaten Mukomuko sebagai bagian kekayaan daerah yang harus terus dijaga bersama.
”Jika ada kekurangan itu harus diperbaiki. Karena, tidak ada yang sempurna,”katanya.
Bupati juga menyebutkan keberadaan BMA memiliki posisi penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: