Pengeringan Irigasi Diundur, Ini Jadwal Pengeringan DI Manjuto Kanan dan Kiri Terbaru

Pengeringan Irigasi Diundur, Ini Jadwal Pengeringan DI Manjuto Kanan dan Kiri Terbaru

--

 

RADARMUKOMUKO.COM  – Audiensi para petani wilayah Daerah Irigasi (DI) Manjuto Kiri ke Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mukomuko, beberapa waktu lalu akhirnya berbuah manis. Para petani meminta agar jadwal pengeringan DI Manjuto Kiri yang diagendakan 1 September 2026, ditunda karena padi mereka masih butuh air.

Melalui keputusan Komisi Irigasi (Komir), jadwal pengeringan akhirnya disesuaikan dengan kebutuhan petani. Dimana pengeringan total irigasi DI Manjuto Kiri dan Kanan akan dilakukan pada 1 Oktober 2026. T

api walaupun demikian, tahapan pengeringan secara bertahap tetap dilakukan. Irigasi DI Manjuto Kiri, saluran BPS 4 sampai 12 dan BRM mulai dikeringkan sejak 7 September. Saluran BPS 4 sampai BB 2 dan BP 7 sampai BP 10 dikeringkan mulai 12 September. Selanjutnya saluran BM 8 sampai BP 6 dikeringkan 22 September. 

Sedangkan untuk Irigasi DI Manjuto Kanan, untuk saluran BMKN 20 sampai 30 dikeringkan mulai 1 September. Saluran BMKN 9 sampai 19 dikeringkan mulai 22 September.

Serta saluran BMKN 0 sampai 8 dikeringkan mulai 30 September. Kemudian untuk intake DI Manjuto Kiri dan Kanan dikeringkan total mulai 1 Oktober sampai 31 Desember 2026. 

Salah seorang petani, Kadri, mengatakan, perjuangan mereka para petani datang menghadap pihak Pemda berbuah manis. Dialog dalam audiensi tersebut sejak awal memang berjalan dengan perasaan.

Ia juga mengumpamakan, audiensi tersebut seperti menarik rambut dalam tumpukan tepung. Rambut yang ditarik bisa didapat, sedangkan tepung tetap utuh. Sehingga keputusan yang dikeluarkan oleh Komir cukup bijaksana. Disisi lain petani tetap dapat air sampai waktu yang mereka butuhkan, sementara itu tidak merugikan pihak-pihak lain.

“Audiensi yang kami lakukan beberapa waktu lalu berbuah manis. Jadwal pengeringan diundur dan telah dikeluarkan jadwal terbaru sesuai dengan kebutuhan petani serta tidak merugikan salah satu pihak,”sampainya.

Petani lain, Ari juga mengatakan, walaupun pengeringan dilakukan secara bertahap, tapi keputusan itu cukup baik. Muda-mudahan dengan jadwal yang telah ditetapkan tersebut, tidak ada petani yang gagal panen akibat padi mereka kekurangan air. Apalagi sekarang sedang musim kemarau, kebutuhan air dari irigasi untuk persawahan sangat dibutuhkan. Jika tidak ada air, dipastikan padi yang baru berumur dibawah satu bulan Hari Setelah Tanam (HST) bisa mati.

“Tanaman padi kami para petani irigasi DI Manjuto Kiri memang masih sangat membutuhkan air. Tapi muda-mudahan dengan adanya penundaan ini bisa cukup sampai padi tidak lagi butuh air,”pungkasnya.*

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: