Penyebab Leher Tiba-Tiba Sakit Ketika Bangun Tidur
Penyebab Leher Tiba-Tiba Sakit Ketika Bangun Tidur--
RADARMUKOMUKO.COM - Pagi yang seharusnya dimulai dengan tubuh segar kadang berubah menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan ketika leher terasa kaku dan nyeri.
Banyak orang pernah merasakan sensasi tersebut: kepala sulit digerakkan, otot terasa tertarik, bahkan sekadar menoleh ke samping menjadi aktivitas yang menyakitkan. Keluhan ini sering muncul secara tiba-tiba setelah bangun tidur, seolah tubuh menyimpan ketegangan semalaman tanpa disadari.
Fenomena ini bukan hal langka. Dokter umum di berbagai klinik kesehatan mencatat bahwa keluhan nyeri leher setelah tidur cukup sering dialami masyarakat, baik oleh pekerja kantoran, mahasiswa, hingga mereka yang bekerja secara fisik.
Meski terlihat sepele, rasa sakit tersebut dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika berlangsung selama beberapa hari.
Menurut spesialis ortopedi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Rudi Santoso, kondisi ini biasanya berkaitan erat dengan posisi tidur yang tidak ideal. Ia menjelaskan bahwa leher memiliki struktur tulang dan otot yang sensitif terhadap perubahan posisi dalam waktu lama.
“Ketika seseorang tidur dengan posisi leher yang terlalu menekuk atau miring selama berjam-jam, otot di sekitar leher bisa mengalami ketegangan. Saat bangun, otot yang tegang itu memicu rasa sakit atau kaku,” ujarnya dalam sebuah wawancara mengenai gangguan muskuloskeletal ringan.
Posisi tidur yang kurang tepat sering kali terjadi tanpa disadari. Banyak orang tidur dengan bantal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga sudut leher tidak sejajar dengan tulang belakang.
Dalam kondisi tersebut, otot leher harus bekerja lebih keras untuk menopang kepala sepanjang malam. Ketika otot mengalami tekanan terus-menerus, tubuh merespons dengan rasa nyeri atau kekakuan saat bangun.
Selain posisi tidur, kualitas bantal juga memiliki peran penting. Bantal yang sudah terlalu lama digunakan biasanya kehilangan bentuk aslinya. Akibatnya, kepala tidak lagi mendapatkan penopang yang stabil selama tidur.
Dokter rehabilitasi medis dari Universitas Indonesia, dr. Maya Pratama, mengatakan bahwa bantal yang tidak menopang leher dengan baik dapat menyebabkan otot bekerja secara tidak seimbang.
“Bantal idealnya mampu menjaga posisi kepala tetap sejajar dengan tulang belakang. Jika bantal terlalu empuk atau terlalu keras, otot leher akan menyesuaikan diri sepanjang malam. Itulah yang sering menyebabkan rasa kaku ketika bangun tidur,” jelas Maya.
Faktor lain yang sering memicu nyeri leher adalah gerakan tiba-tiba saat tidur. Beberapa orang tanpa sadar berpindah posisi secara mendadak, misalnya dari posisi terlentang menjadi tengkurap dengan kepala terpelintir. Perubahan posisi yang ekstrem ini dapat membuat otot atau ligamen di sekitar leher tertarik.
Dalam dunia medis, kondisi tersebut sering disebut sebagai acute neck strain, yaitu ketegangan otot leher yang terjadi secara mendadak. Meski biasanya tidak berbahaya, rasa sakit yang muncul bisa cukup mengganggu selama satu hingga tiga hari.
Selain faktor mekanis, kondisi tubuh juga berpengaruh terhadap munculnya nyeri leher saat bangun tidur. Stres dan kelelahan sering membuat otot tubuh lebih mudah menegang, termasuk otot leher. Ketika seseorang tidur dalam keadaan tegang secara emosional, otot cenderung tetap kaku sepanjang malam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
