DPRD MUKOMUKO, HUT 23 MUKOMUKO

Sejarah Pecahnya Pemberontakan PRRI/Permesta

Sejarah Pecahnya Pemberontakan PRRI/Permesta

dokumen,net--

RADARMUKOMUKO.COM -  Perlawanan PRRI/Permesta pecah di Sumatera dan Sulawesi. Setelah naiknya kembali Jenderal AH Nasution sebagai KSAD, ia kemudian mengangkat Kolonel Gatot Subroto yang sepaham dengannya menggantikan Kolonel Zulkifli Lubis sebagai Wakil KSAD. 

Sementara Nasution menginginkan adanya keseimbangan untuk mengatasi pro dan kontra peristiwa 1952. Pergantian ini ternyata kontra produktif karena menimbulkan perlawanan lagi. 

Untuk mengatasi konflik ini, diadakan Musyawarah Perwira yang diadakan di Yogyakarta dengan membentuk Dewan Militer.

BACA JUGA:Sjafruddin Prawiranegara dan Mr Assat, Dua Pejabat Presiden Indonesia

BACA JUGA:Ingin Anak Cepat Bisa Jalan, Berikut Tips Yang Boleh Diuji

Soekarno tidak mau memberikan konsensi apalagi terhadap tuntutan agar Hatta kembali berperan. 

Akibatnya pada Februari 1958, Letkol Ahmad Husein, Kolonel Zulkifli Lubis, Kolonel Simbolon, dan Kolonel Dahlan Djambek diberhentikan dari tentara karena berpihak pada rencana gerakan melawan pemerintah pusat. 

Pada 15 Februari 1958 kemudian diproklamasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dengan Perdana Menteri Syafrudin Prawiranegara.

Proklamasi PRRI ini kemudian didukung oleh Resimen di Sumatera Barat, Tapanuli, dan Sulawesi Utara.

BACA JUGA:Manfaat Lidah Buaya untuk Kesehatan dan Kecantikan Kulit secara Alami

Soekarno dengan dukungan kuat PKI bersikap keras terhadap pemberontakan PRRI /Permesta. Jenderal AH Nasution kemudian mengerahkan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD/sekarang Kopassus). 

Karena kurang kuatnya dukungan internasional, pemberontakan PRRI /Permesta dapat ditumpas. Pemerintah memberikan amnesti dan abolisi kepada mereka yang menyerahkan diri sebelum 5 Oktober 1961.*

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: