Dua Unit Jembatan dan Ruas Jalan di Mukomuko Putus Dihantam Banjir

Dua Unit Jembatan dan Ruas Jalan di Mukomuko Putus Dihantam Banjir

--

AIR RAMI, RADARMUKOMUKO.COM – Hujan dengan intensitas tinggi melanda Kabupaten Mukomuko, Bengkulu beberapa hari terakhir, picu kejadian banjir di beberapa wilayah. Dampaknya, ratusan rumah penduduk dan fasilitas umum terendam. Parahnya, dua unit jembatan dan ruas jalan putus.

‘’Banjir melanda beberapa kecamatan. Untuk saat ini, petugas kami masih dalam proses pendataan lapangan. Informasi sementara, selain merendam rumah penduduk, banjir kali ini juga menghantam 2 unit jembatan,’’ ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko Ramdani, SE., M.Si, Kamis, 17 November 2022. 

Di Desa Tanjung Medan Kecamatan Ipuh, tim BPBD Mukomuko mencatat 1 unit jembatan dan ruas jalan akses masyarakat putus. Menyusul, informasi terbaru jembatan yang dibangun bersumber dari dana PNPM tahun 2013 di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Ipuh, ambrol. 

‘’Masih di Ipuh, jembatan akses masyarakat di Desa Semundam, juga tergerus banjir dengan kondisi rawan ambrol,’’ imbuh Ramdai. 

Terpisah, Ketua BPD Tanjung Harapan, Dasril menyampaikan, pasca kejadian hujan deras mengakibatkan aliran Sungai Air Pisang di Ipuh meluap. Akibatnya, ditemukan jalan putus dan 1 unit jembatan ambrol. 

‘’Jembatan bailey di Tajung Harapan yang dibangun PNMP tahun 2013 lalu ikut putus. Juga ditemukan beberapa akses jalan putus,’’ ujarnya. 

Berdasarkan data sementara, banjir di Kabupaten Mukomuko melanda beberapa kecamatan. Masing-masing, Kecamatan Air Rami, Kecamatan Ipuh, Kecamatan Teras Terunjam dan Lubuk Pinang. 

Dijelaskan, di Kecamatan Air Rami, banjir melanda Desa Talang Rio dan Makmur Jaya. Bahkan juga  diketahui banyak rumah warga terendam. Kemudian, di Kecamatan Ipuh, banjir melanda Desa Tanjung Harapan, Medan Jaya, Pasar Ipuh dan Manunggal jaya. 

Menyusul, banjir juga terjadi di wilayah Desa Pondok Kopi, Kecamatan Terujam. Kemudian, di Desa Sumber Makmur dan Desa Rawa Bangun Kecamatan Lubuk pinang.   

‘’Berapa kerugian dan korban terdampak banjir masih kita data,’’ demikian Ramdani. (nek)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: