Olahraga yang Paling Aman untuk Para Usia di Atas 50
2 Rekomendasi Olahraga yang Tepat untuk Menaikkan Berat Badan bagi Pemilik Tipe Tubuh Ectomorph--Sumber Foto : hellosehat.com
RADARMUKOMUKO.COM - Pagi masih basah oleh embun ketika sekelompok warga mulai memadati lintasan taman kota. Langkah mereka tidak lagi secepat dua dekade lalu, tetapi ritmenya teratur dan penuh kesadaran. Di antara mereka ada pensiunan guru, mantan pegawai bank, hingga ibu rumah tangga yang kini memiliki lebih banyak waktu untuk diri sendiri. Di usia yang telah melewati setengah abad, olahraga bukan lagi soal membentuk tubuh, melainkan menjaga kualitas hidup.
Kesadaran untuk tetap aktif setelah usia 50 tahun semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Di berbagai kota di Indonesia, komunitas jalan kaki, senam lansia, dan yoga tumbuh pesat.
Fenomena ini tidak lepas dari meningkatnya pemahaman bahwa proses penuaan membawa perubahan pada otot, sendi, serta sistem kardiovaskular. Tubuh membutuhkan gerak, tetapi dengan pendekatan yang lebih bijak.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dari RSUP Persahabatan Jakarta, dr. Rina Mahardika, SpKO, menjelaskan bahwa memilih jenis olahraga di usia matang harus mempertimbangkan keamanan sendi dan jantung. “Setelah usia 50, massa otot dan kepadatan tulang mulai menurun.
Risiko cedera juga meningkat. Karena itu, olahraga berdampak rendah menjadi pilihan paling aman,” ujarnya dalam sesi edukasi kesehatan yang digelar awal tahun ini.
BACA JUGA:Dampak Nyata ke Depan Jika Lahan Sawah Banyak Alih Fungsi Jadi Lahan Sawit
Jalan kaki menjadi rekomendasi utama. Aktivitas sederhana ini dapat dilakukan hampir di mana saja, tanpa peralatan khusus. Menurut dr. Rina, berjalan selama 30 menit dengan intensitas sedang, lima kali seminggu, sudah cukup memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan jantung dan metabolisme. “Jalan kaki membantu menjaga tekanan darah, mengontrol gula darah, serta mempertahankan berat badan ideal,” katanya.
Di Taman Suropati, Jakarta Pusat, Haryono, 58 tahun, merasakan manfaat tersebut. Sejak dua tahun lalu, ia rutin berjalan kaki setiap pagi setelah dinyatakan memiliki tekanan darah tinggi. “Dulu saya cepat lelah. Sekarang lebih bugar, dan tekanan darah saya lebih stabil,” tuturnya. Ia mengaku memilih jalan kaki karena aman bagi lututnya yang sempat mengalami nyeri.
Selain jalan kaki, berenang juga dinilai sebagai olahraga yang sangat ramah bagi usia di atas 50 tahun. Air menopang berat badan sehingga tekanan pada sendi berkurang drastis. Bagi mereka yang memiliki riwayat osteoartritis atau nyeri punggung, berenang memberi ruang gerak tanpa membebani tulang belakang.
Fisioterapis senior, Lilis Handayani, menjelaskan bahwa gerakan dalam air membantu memperkuat otot sekaligus meningkatkan fleksibilitas. “Berenang atau sekadar water aerobics sangat baik untuk menjaga rentang gerak sendi.
BACA JUGA:Tips Memilih dan Menyimpan Jeruk Nipis Segar agar Tetap Segar dan Mudah Digunakan dalam Masakan
Risiko cedera lebih kecil dibanding olahraga yang banyak melompat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa aktivitas ini juga meningkatkan kapasitas paru-paru dan kebugaran jantung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
