Berikut Amalan di Bulan Puasa Pahalanya Paling Banyak

Berikut Amalan di Bulan Puasa Pahalanya Paling Banyak

Berikut Amalan di Bulan Puasa Pahalanya Paling Banyak--

RADARMUKOMUKO.COM -  Di bulan romadhan umat Muslim di seluruh dunia berlomba menanam kebaikan, sebab setiap amal diyakini berlipat ganjarannya. Di tengah semangat itu, satu pertanyaan sering muncul dalam benak banyak orang: amalan apa yang paling besar pahalanya selama bulan puasa.

Di Indonesia, sejak malam pertama tarawih hingga takbir Idulfitri berkumandang, masjid-masjid dipenuhi jamaah. 

Kegiatan berbagi takjil, tadarus Al-Qur’an, hingga santunan anak yatim menjadi pemandangan yang nyaris tak terpisahkan dari bulan suci ini. Semua dilakukan dengan satu harapan: meraih ridha Allah dan pahala yang berlipat ganda.

Ustaz Ahmad Ridwan, pengasuh sebuah pesantren di Bengkulu, menjelaskan bahwa inti dari seluruh amalan Ramadan adalah keikhlasan dan ketakwaan. “Puasa itu ibadah yang sangat istimewa. 

Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa Allah sendiri yang akan membalasnya. Artinya, ganjarannya tidak terbatas sebagaimana amal lainnya,” ujarnya saat ditemui usai salat tarawih, Senin malam. Ia menegaskan bahwa puasa yang dijalankan dengan menjaga lisan, pandangan, dan perilaku akan menjadi fondasi pahala yang besar.

Selain puasa itu sendiri, membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Ramadan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Karena itu, interaksi dengan kitab suci memiliki nilai yang lebih dalam. 

Di Masjid Agung Al-Falah, misalnya, setiap sore menjelang berbuka, puluhan jamaah duduk bersaf rapi membaca Al-Qur’an. Siti Rahma, seorang guru sekolah dasar yang rutin mengikuti tadarus, mengaku merasakan ketenangan batin yang sulit digambarkan. “Setiap huruf bernilai pahala. Saya merasa Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan Al-Qur’an,” katanya.

Tak kalah utama adalah sedekah. Memberi makan orang yang berbuka puasa disebut memiliki pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun. 

Di berbagai kota, komunitas anak muda hingga lembaga sosial berlomba membagikan paket berbuka di jalanan dan panti asuhan. Menurut Ustaz Ahmad, sedekah di bulan Ramadan memiliki dimensi sosial yang kuat. “Rasulullah dikenal paling dermawan, dan kedermawanannya semakin bertambah di bulan Ramadan. Ini teladan yang jelas bagi kita,” tuturnya.

Salat malam atau qiyamul lail, termasuk tarawih dan tahajud, juga menjadi amalan dengan ganjaran besar. Di sepertiga malam terakhir, ketika suasana hening menyelimuti kota dan desa, sebagian orang bangun untuk bermunajat. 

Mereka memohon ampunan dan berharap dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, intensitas ibadah biasanya meningkat. Masjid-masjid menggelar iktikaf, menghadirkan suasana khusyuk yang jarang ditemui di bulan lain.

Mengapa pahala di bulan puasa begitu melimpah? Secara teologis, Ramadan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Momentum spiritual ini menciptakan atmosfer kolektif yang mendorong kebaikan. 

Secara psikologis, puasa melatih pengendalian diri dan empati terhadap sesama. Rasa lapar yang dirasakan sepanjang hari menumbuhkan kepekaan terhadap mereka yang kekurangan.

Bagaimana cara memaksimalkan amalan agar pahalanya benar-benar besar? Para ulama menekankan pentingnya kualitas, bukan sekadar kuantitas. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: