Melakukan Amalan Ini di Bulan Ramadan Allah Ampuni Segala Dosanya
Amalan-Amalan Sunnah Rasulullah Selama Puasa di Bulan Ramadhan-Ilustrasi -
RADARMUKOMUKO.COM - Di antara sekian banyak amalan yang dilakukan, ada satu yang diyakini memiliki keutamaan luar biasa menjalankan puasa dan menghidupkan malam-malam Ramadan dengan iman dan penuh pengharapan kepada Allah.
Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Pesan yang sama juga berlaku bagi mereka yang mendirikan salat malam di bulan ini. Di Masjid Agung Nurul Huda, Sabtu malam pekan kedua Ramadan, pesan tersebut kembali ditegaskan dalam ceramah usai tarawih. Ratusan jamaah duduk khusyuk menyimak penjelasan Ustaz Farid Maulana tentang makna iman dan ihtisab—dua syarat yang menjadi ruh amalan penghapus dosa itu.
“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia harus dilandasi keyakinan penuh kepada Allah dan harapan akan pahala-Nya. Tanpa itu, puasa hanya menjadi rutinitas tahunan,” ujar Ustaz Farid di hadapan jamaah.
Menurutnya, iman menghadirkan kesadaran bahwa setiap ibadah diawasi dan dinilai oleh Allah, sementara ihtisab menuntut ketulusan, bukan sekadar mengikuti tradisi atau tekanan sosial.
Di berbagai kota di Indonesia, suasana Ramadan memang terasa berbeda. Sejak waktu sahur hingga menjelang berbuka, denyut kehidupan berubah. Restoran tutup di siang hari, lantunan ayat suci terdengar dari rumah-rumah, dan masjid menjadi pusat aktivitas spiritual.
Namun di balik kemeriahan itu, para ulama mengingatkan bahwa pengampunan dosa tidak datang secara otomatis. Ia menuntut kesungguhan dan perbaikan diri.
Nur Aini, seorang ibu rumah tangga yang rutin mengikuti iktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan, merasakan perubahan besar dalam hidupnya sejak memperbaiki kualitas ibadahnya. Ia mengaku dulu menjalankan puasa sebatas kewajiban.
“Saya berpuasa, tetapi masih sering marah dan mengeluh. Setelah memahami bahwa Ramadan adalah kesempatan pengampunan, saya belajar menata hati,” katanya. Kini, ia berusaha menjaga lisannya, memperbanyak istigfar, dan meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an setiap hari.
Mengapa Ramadan begitu istimewa hingga menjadi momentum penghapusan dosa? Secara teologis, bulan ini adalah waktu diturunkannya Al-Qur’an, kitab suci yang menjadi petunjuk hidup.
Atmosfer spiritualnya dikuatkan oleh berbagai keutamaan, termasuk malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Dalam suasana kolektif yang sarat ibadah, manusia didorong untuk lebih mudah kembali kepada fitrahnya.
Dr. Ahmad Zulkarnain, dosen studi Islam di salah satu perguruan tinggi negeri, menjelaskan bahwa dimensi pengampunan dalam Ramadan juga berkaitan dengan transformasi moral. “Puasa melatih pengendalian diri. Ketika seseorang berhasil mengendalikan dorongan fisik dan emosionalnya selama sebulan penuh, ia sedang membangun karakter baru.
Di situlah letak makna pengampunan—bukan hanya dihapusnya dosa, tetapi lahirnya pribadi yang lebih baik,” ungkapnya dalam wawancara selepas kajian subuh.
Bagaimana cara memastikan amalan di bulan Ramadan benar-benar mengantarkan pada ampunan Allah? Para ulama sepakat bahwa konsistensi menjadi kunci.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: