Bunga Bougenvil Selain Indah, Tehnya Menyimpan Beragam Manfaat

Bunga Bougenvil Selain Indah, Tehnya Menyimpan Beragam Manfaat

Teh Bungq Bougenville --

RADARMUKOMUKO.COM - Selama ini, bougenvil dikenal semata sebagai tanaman hias yang memperindah lanskap. Namun, di balik kelopaknya yang tipis dan berwarna cerah, tersimpan potensi lain yang jarang disadari: bougenvil dapat diolah menjadi teh herbal dengan sejumlah manfaat bagi kesehatan.

Pemanfaatan bunga bougenvil sebagai minuman herbal bukanlah hal baru. Di beberapa wilayah tropis dan subtropis, praktik ini telah dikenal sejak lama sebagai bagian dari pengobatan tradisional.

Bunga yang dipetik pada kondisi segar, kemudian dikeringkan secara alami, diseduh dengan air panas hingga menghasilkan cairan berwarna lembut dengan aroma ringan. Dari proses sederhana itulah, teh bougenvil hadir sebagai alternatif minuman herbal yang tidak hanya menenangkan, tetapi juga menyimpan khasiat.

Menurut Dr. Ratna Puspitasari, peneliti tanaman obat dari sebuah lembaga riset herbal di Yogyakarta, bunga bougenvil mengandung senyawa bioaktif yang berperan penting bagi tubuh.

 “Dalam beberapa kajian fitokimia, bougenvil diketahui mengandung flavonoid, fenol, dan antioksidan alami. Senyawa-senyawa ini berkontribusi dalam menangkal radikal bebas serta mendukung kesehatan sel,” ujarnya saat ditemui dalam sebuah diskusi tentang tanaman obat tropis, awal tahun ini.

Manfaat teh bougenvil paling sering dikaitkan dengan kemampuannya membantu meredakan peradangan ringan. Kandungan antioksidan di dalamnya berperan menekan stres oksidatif, yang kerap menjadi pemicu peradangan kronis.

Bagi masyarakat yang terbiasa mengonsumsi teh herbal, bougenvil kerap diminum pada sore hari sebagai upaya menjaga kebugaran setelah aktivitas panjang.

Selain itu, teh bougenvil juga dikenal memiliki efek menenangkan. Aroma lembut dan rasa ringan dari seduhannya dipercaya membantu merilekskan tubuh dan pikiran.

Dalam praktik tradisional, minuman ini sering disajikan kepada orang yang mengalami kelelahan mental atau kesulitan tidur ringan. “Efek relaksasi ini berkaitan dengan kandungan flavonoid yang bekerja pada sistem saraf secara halus,” jelas Ratna.

Manfaat lain yang mulai banyak dibahas adalah potensinya dalam mendukung kesehatan saluran pernapasan. Di beberapa daerah, seduhan bougenvil digunakan sebagai minuman pendamping saat seseorang mengalami batuk ringan atau tenggorokan tidak nyaman.

Walau tidak dimaksudkan sebagai pengganti obat medis, teh ini dianggap membantu memberikan rasa lega. “Sifat antiinflamasi dan antimikroba ringan pada bougenvil berpotensi mendukung kesehatan saluran napas,” kata Ratna, sembari menekankan pentingnya konsumsi yang bijak.

Proses pembuatan teh bougenvil relatif sederhana, tetapi memerlukan perhatian khusus. Bunga yang digunakan sebaiknya berasal dari tanaman yang tidak terpapar pestisida. Setelah dipetik, bunga dicuci bersih, lalu dikeringkan di tempat teduh agar kandungan alaminya tetap terjaga.

Pengeringan yang tepat menjadi kunci, karena paparan panas berlebih dapat merusak senyawa aktif di dalamnya. Setelah kering, bunga dapat disimpan dalam wadah tertutup dan diseduh sesuai kebutuhan.

Di tengah tren kembali ke alam dan meningkatnya minat terhadap minuman herbal, teh bougenvil mulai mendapat tempat di kalangan pencinta gaya hidup sehat. Ia hadir bukan sebagai produk komersial besar, melainkan sebagai simbol kearifan lokal yang memanfaatkan kekayaan alam sekitar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: