Polisi Selidiki Kematian Dua Gajah di Kawasan Hutan Mukomuko

Senin 04-05-2026,09:45 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

RADARMUKOMUKO.COM – Aparat Kepolisian Resor Mukomuko mulai menyelidiki kasus kematian dua ekor gajah yang ditemukan di kawasan Hutan Produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. 

Penyelidikan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait temuan bangkai satwa dilindungi tersebut.

Kapolres Mukomuko, AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K., Jumat (1/5/2026), mengatakan pihaknya telah menurunkan personel ke lokasi guna mengungkap penyebab pasti kematian dua gajah tersebut. 

“Kami menerima informasi dari masyarakat terkait penemuan dua bangkai gajah. Saat ini anggota telah kami kerahkan untuk melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Dua gajah yang ditemukan mati itu terdiri dari satu induk dan satu anak. Namun, hingga kini jenis kelamin keduanya belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut di lapangan.

Penemuan bangkai gajah tersebut terjadi pada Kamis (30/4/2026) di wilayah konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT), yang berada dalam kawasan Bentang Sebelat. 

Kawasan ini dikenal sebagai salah satu habitat alami gajah sumatera yang dilindungi. Namun dalam beberapa tahun terakhir, wilayah tersebut disebut mengalami tekanan akibat aktivitas perambahan hutan.

Kapolres menegaskan, penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah kematian satwa tersebut murni karena faktor alami atau terdapat indikasi tindak pidana. 

Jika ditemukan adanya pelanggaran hukum, pihaknya memastikan akan menindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan unsur pidana, tentu akan kami proses secara profesional dan sesuai prosedur hukum,” tegasnya.

Selain kasus kematian gajah, pihak kepolisian juga tengah mendalami laporan lain terkait dugaan penemuan bangkai harimau sumatera di wilayah Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik. Informasi tersebut masih dalam tahap verifikasi oleh petugas di lapangan.

“Informasi terkait harimau masih kami dalami. Personel sudah kami turunkan untuk memastikan kebenaran laporan sekaligus mengumpulkan data di lokasi,” tambah Kapolres.

Kasus kematian satwa dilindungi ini menjadi perhatian serius, mengingat keberadaan gajah dan harimau sumatera yang semakin terancam akibat menyusutnya habitat alami. 

Aktivitas manusia seperti pembukaan lahan dan perambahan hutan diduga menjadi salah satu faktor yang memperbesar potensi konflik antara satwa liar dan manusia.

Hingga saat ini, kepolisian masih terus melakukan pengumpulan data dan keterangan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat sekitar dan pihak perusahaan yang berada di area konsesi. 

Tags :
Kategori :

Terkait