Jelang Panen, Tanaman Padi Petani Diserang Penyakit Blas Leher
Jelang Panen, Tanaman Padi Petani Diserang Penyakit Blas Leher--
RADARMUKOMUKO.COM – Menjelang panen, beberapa tanaman petani di Kecamatan Lubuk Pinang, terserang penyakit blas leher, atau yang sering dikenal patah leher.
Blas leher menyerang tangkai malai, menyebabkan busuk, patah, dan bulir padi hampa. Menurut informasi lapangan, umumnya penyakit blas leher kali ini menyerang padi dengan varietas inpari, khususnya jenis maxipro.
Salah seorang petani padinya terserang penyakit blas leher, yakni Bakhir, warga Desa Arah Tiga. Ia mengatakan, jika hanya satu atau dua batang padi yang terserang penyakit blas, termasuk hal umum. Namun di musim tanam kali ini ia cukup kewalahan.
Pasalnya hampir sekitar 20 persen padi disawahnya terserang penyakit blas di fase generative. Dimana penyakit blas leher ini menyerang saat padi mulai menunduk. Awalnya hanya satu batang yang terkena, namun satu hari berikutnya langsung menyebar secara masif.
“Awalnya blas leher hanya menyerang satu batang padi, berkelang sehari langsung menyebar hampir satu petak sawah,”katanya.
Masih dikatakannya, blas leher ini membut batang busuk dan bulir padi menjadi hampa. Bahkan di sawahnya, padi yang terserang penyakit blas sangat terlihat.
Karena tanaman padi sebenarnya masih hijau, sedangkan yang terserang penyakit blas leher bulir berubah menjadi kering serta berwarna kuning kering.
Beruntung cepat diberikan penanganan, dengan melakukan penyemprotan fungsida terhadap tanaman padi.
Muda-mudahan penyakit blas leher bisa teratasi agar selamat sampai panen. Informasinya, memang ada juga beberapa petani yang mengalami peristiwa serupa terhadap padi mereka.
“Padi yang terkena blas leher bulirnya langsung mongering dan hampa. Beruntung cepat kita tangani dengan penyemprotan fungisida, dan semoga tidak lagi menyebar,”tambahnya.
Sementara itu, Kades Sumber Makmur, Hadi Sulistiyo, mengatakan, beberapa petani di wilayah desanya juga terserang penyakit blas leher.
Terlebih tanaman padi varietas inpari. Bahkan ada petani yang terancam panen, karena posisi jelang panen hampir semua bulir padinya hampa.
Untuk tanaman padi milinya sendiri, sejak awal sudah diantisipasi dengan rutin melakukan penyemprotan fungisida sitemik secara tunggal. Hasilnya hampir tidak ada penyakit blas leher yang menyerang padinya.
“Ya memang lagi musimnya padi petani diserang penyakit blas leher, makanya harus kuat pengaplikasian fungisida. Saya juga petani, Alhamdulillah karena fungisida terus diberikan sampai panen selamat, tapi ada salah satu petani yang kayaknya bakal gagal panen,”tutupnya.*
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: