Permudah Akses Mengeluarkan TBS, Warga Desakan Pembangunan Jembatan Permanen

Senin 20-04-2026,11:38 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

RADARMUKOMUKO.COM - Peningkatan produksi pertanian, khususnya Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, mulai memunculkan persoalan baru di tingkat desa. 

Di Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, tingginya hasil perkebunan justru belum sepenuhnya diimbangi dengan infrastruktur pendukung yang memadai, terutama akses jembatan.

Saat ini, masyarakat setempat masih bergantung pada jembatan gantung yang telah berusia tua dan memiliki kapasitas terbatas. 

Kondisi tersebut menjadi kendala utama dalam proses distribusi hasil pertanian, baik sawit maupun padi, yang menjadi komoditas unggulan desa.

Kepala Desa Talang Buai, Asril, mengungkapkan bahwa peningkatan produksi sawit di wilayahnya cukup signifikan. 

Hal ini terlihat dari keberadaan lima tempat penampungan atau ram sawit yang aktif beroperasi di desa tersebut.

“Ada lima ram sawit di Desa Talang Buai. Ini menunjukkan produksi sawit terus meningkat. Namun kendala utama kami ada pada akses angkut,” ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan jembatan gantung membuat kendaraan besar seperti truk pengangkut tidak dapat melintas. 

Akibatnya, hasil panen harus dipindahkan secara bertahap atau dilangsir menggunakan kendaraan kecil sebelum akhirnya diangkut ke tujuan akhir.

Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya biaya operasional para pelaku usaha maupun petani. Biaya langsir yang tinggi membuat harga jual sawit di tingkat petani menjadi kurang optimal.

“Untuk mengangkut sawit harus dilangsir karena truk tidak bisa lewat. Ini tentu menambah biaya, sehingga harga yang diterima petani menjadi lebih rendah,” jelas Asril.

Ia menilai, pembangunan jembatan permanen sudah menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar wacana. Dengan adanya jembatan yang lebih kokoh dan mampu dilalui kendaraan besar, proses distribusi hasil pertanian diyakini akan jauh lebih efisien.

Selain menekan biaya angkut, keberadaan jembatan permanen juga diperkirakan akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani. 

Harga jual hasil panen berpotensi meningkat karena rantai distribusi menjadi lebih singkat dan murah.

“Kalau jembatan sudah permanen, biaya langsir bisa ditekan. Dampaknya harga sawit di tingkat petani bisa lebih tinggi,” tambahnya.

Tags :
Kategori :

Terkait