RADARMUKOMUKO.COM - Pada lebaran idul fitri 1447 hijriah, Biskuit Khong Guan masih viral dan paling diminati. Biskuit Khong Guan mampu meyaiki kue lebaran dengan berbagai jenis dan rasa.
Keberadaan Biskuit Khong Guan di meja tamu masih menjadi primadona dan banyak dipilih oleh penikmat makanan berupa roti-rotian ini.
"Memang Biskuit Khong Guan tidak terkalahkan, kue lebaran saja kadang kalah kalau disandingkan di meja tamu," kata salah seorang penggemarnya.
Sejarah berdiri, berdasarkan situs resmi Khong Guan, bisnis ini dirintis Chew Choo Keng dan Chew Choo Han, dua saudara imigran dari Fujian China, yang pindah ke Singapura pada 1935.
Dua bersaudara ini sempat bekerja di pabrik biskuit lokal di Singapura. Namun pada tahun 1940, Jepang menginvasi negara itu sehingga mereka berdua harus mengungsi ke Perak, Malaysia.
BACA JUGA:Baju yang Bahan Dasarnya Terbuat dari Sutra, Ini Tandanya
BACA JUGA:Besok Lebaran, Ketersediaan Daging di Mukomuko Cukup Memadai
Ditempat yang baru, mereka tetap memproduksi dan menjual biskuit sampai akhirnya pasokan gula dan tepung menjadi langka.
Keduanya sempat beralih profesi jadi penjual garam dan sabun dampak dari kondisi ini.
Pada 1945 setelah Jepang pergi dari Singapura, kedua saudara ini kembali pindah ke Negeri Singa. Dengan dukungan keluarga, mereka akhirnya kembali menjual biskuit.
Kemudian mereka sukses membangun Khong Guan Biscuit (KGB) Factory alias pabrik pertama mereka di Jalan 18 Howard, Singapura pada 1947.
Dari sana perusahaan ini terus berekspansi ke luar negeri. Termasuk di antaranya Indonesia dengan membangun pabrik produksi sekitar tahun 1970an.
Kini brand tersebut sudah memiliki pabrik produksi besar di China, Korea, Taiwan, Filipina, Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
BACA JUGA:Suasana Sholat Idul Fitri 1447 H, Di Masjid Muhammadiyah Kota Mukomuko