Nasib Bukan Makanan Pokok Bagi Warga Kampung Cireundeu, Sejak 1918 Bertahan Dengan Ini

Kamis 05-03-2026,14:23 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

RADARMUKOMUKO.COM - Warga satu kampung tidak pernah mengkosumsi nasi. Nama kampungnya yaitu, kampung Adat Cireundeu di kelurahan Leuwigajah Kota Cimahi.

Tidak makan nasi bukan berarti masyarakat satu kampung ini tidak makan. Diketahui warga di sana memiliki makanan pokok berbeda, yaitu makanan pokoknya adalah singkong. Setiap hari hanya singkong yang mereka kosumsi, ini sudah menjadi kebiasaan turun temurun.

Kampung ini sendiri sudah ada sejak abad ke 16, hal ini dibuktikan dengan masih ada rumah tua yang memiliki batu tatapakan yang diperkirakan ada di abad 16. 

Dilansir dari berbagai sumber, seperti lama cimahikota.go.id, nama kampung Cireundeu diambil dari kata ci sebagai cai atau air dan reundeu atau pohon reundeu, karena sebelumnya di kampung ini banyak sekali populasi pohon reundeu.

Pohon reundeu itu sendiri adalah pohon untuk bahan obat herbal. Maka kampung ini disebut Kampung Cireundeu. 

BACA JUGA:Sejarah Chukudu, Motor Tanpa Mesin Dari Kayu Mampu Untuk Angkut Barang

BACA JUGA:TPP ASN di Mukomuko Mulai Dikurangi, 2027 Berpotensi Dipangkas Lebih Dari 50 Persen

Keunikan konsumsi singkong, kabarnya dimulai 1918, mereka mengubah kebiasaan memakan nasi dengan singkong yang dijadikan sebagai makanan pokok. Singkong yang dikosumsi sudah diolah menjadi beras singkong atau disebut Rasi.

Maka harga beras di pasar tidak akan memengaruhi warga kampung ini. Gejolak sosial ekonomi juga tidak memengaruhi kehidupan di sini.

Banyak keunikan lain dari kampung yang memiliki luas sekitar luas 64 hektar dan terbagi menjadi 2 bagian. Untuk pemukiman menempati area sekitar 4 hektar dan yang 60 hektar untuk pertanian.

Karena unik dan menarik dengan alamnya yang asri, kampung ini ditetapkan senagai tujuan wisata alam dan wisata budaya yang menarik, selalu ramai didatangi pengunjung.

Hal unik lainnya, seperti semua rumah di kampung memiliki pintu samping yang menghadap timur. Kondisi tersebut menjadi keharusan bagi seluruh rumah kampung Cireundeu. Tujuannya agar cahaya matahari masuk ke rumah, ke bumi mereka.

Juga ada upacara adat Tutup Taun Ngemban Taunmerupakan salah satu upacara terbesar yang diselenggarakan oleh masyarakat Adat di Kampung Cireundeu. 

BACA JUGA:Kulit Telur Miliki Banyak Manfaat Untuk Kesehatan dan Tanaman, Jangan Dibuang Dulu

BACA JUGA:Sejarah Terciptanya Sepeda Listrik di China dan Tujuannya

Kategori :