Ini Bahaya bagi Anak Remaja Sekarang Jika Pacaran Pakai Video Call

Rabu 25-02-2026,16:30 WIB
Reporter : Tim Redaksi RM
Editor : Tim Redaksi RM

RADARMUKOMUKO.COM -  Cahaya layar menyinari wajah-wajah muda yang sedang jatuh cinta. Di kamar yang pintunya tertutup, seorang remaja berbincang pelan melalui video call, tertawa, berbagi cerita, dan merasa seolah jarak tak lagi berarti. 

Teknologi menghadirkan kedekatan yang instan, menghadirkan kehadiran tanpa harus benar-benar bertatap muka. Namun di balik kemudahan itu, tersimpan risiko yang tidak selalu disadari, terutama bagi anak-anak remaja yang masih berada dalam fase pencarian jati diri.

Fenomena pacaran melalui video call semakin lazim dalam beberapa tahun terakhir. Di kota-kota besar maupun daerah, remaja memanfaatkan aplikasi komunikasi visual untuk menjaga hubungan.

 Waktu penggunaannya pun tak jarang melewati batas wajar berlangsung hingga larut malam, bahkan setiap hari. Bagi sebagian orang tua, kebiasaan ini terlihat aman karena anak berada di rumah. Padahal, ruang digital memiliki tantangan tersendiri.

Psikolog perkembangan anak dan remaja, Rika Andayani, menjelaskan bahwa masa remaja adalah periode penting dalam pembentukan identitas dan kontrol diri. “Remaja cenderung memiliki dorongan emosional yang kuat, tetapi kemampuan mengendalikan impuls belum matang sepenuhnya. Interaksi intens melalui video call bisa mempercepat kedekatan emosional tanpa filter yang cukup,” ujarnya saat ditemui di sebuah pusat layanan konseling di Jakarta.

Kedekatan yang terbangun secara cepat sering kali menciptakan ketergantungan emosional. Remaja merasa harus selalu terhubung agar hubungan tetap terjaga. Jika komunikasi terputus atau respons terlambat, muncul kecemasan berlebihan. 

Rika menilai kondisi ini dapat memicu stres dan mengganggu fokus belajar. “Beberapa klien remaja datang dengan keluhan sulit konsentrasi karena pikirannya terus tertuju pada pasangan dan percakapan daring mereka,” katanya.

Risiko lain yang mengintai adalah pelanggaran privasi. Dalam suasana yang terasa intim dan pribadi, remaja bisa terdorong untuk berbagi gambar atau perilaku yang seharusnya tidak direkam maupun disebarluaskan. 

Pakar keamanan siber dari sebuah lembaga literasi digital, Arif Prabowo, menuturkan bahwa kasus penyalahgunaan rekaman video call meningkat dalam beberapa tahun terakhir. “Banyak remaja tidak menyadari bahwa lawan bicara bisa saja merekam layar tanpa sepengetahuan mereka. Ketika hubungan memburuk, rekaman itu dapat menjadi alat ancaman,” jelasnya.

Dampak psikologis dari kejadian semacam itu tidak ringan. Korban dapat mengalami rasa malu mendalam, ketakutan, bahkan depresi. Di beberapa kasus ekstrem, tekanan sosial akibat penyebaran konten pribadi berujung pada tindakan menyakiti diri. Arif menekankan pentingnya edukasi digital sejak dini agar remaja memahami jejak digital bersifat permanen dan sulit dihapus sepenuhnya.

Selain aspek keamanan, durasi video call yang panjang juga berdampak pada kesehatan fisik. Dokter spesialis kesehatan remaja, dr. Laila Nurhadi, mengungkapkan bahwa kebiasaan begadang demi berbincang dengan pasangan berpengaruh pada kualitas tidur. 

“Remaja membutuhkan waktu tidur yang cukup untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati, daya tahan tubuh, dan prestasi akademik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa paparan layar sebelum tidur mengganggu produksi hormon melatonin. Akibatnya, ritme biologis menjadi tidak teratur. Dalam jangka panjang, pola ini berpotensi memicu gangguan tidur kronis dan kelelahan berkepanjangan.

Di sisi lain, hubungan yang terlalu bergantung pada komunikasi virtual juga dapat menghambat perkembangan keterampilan sosial. Interaksi tatap muka mengajarkan empati, bahasa tubuh, dan kemampuan membaca ekspresi secara langsung. 

Jika sebagian besar komunikasi dilakukan melalui layar, pengalaman sosial menjadi terbatas. Rika menilai bahwa remaja tetap membutuhkan ruang untuk berinteraksi sehat dengan teman sebaya di dunia nyata, bukan hanya dengan pasangan melalui gawai.

Tags :
Kategori :

Terkait