Ini adalah rahasia utama di balik permukaan yang gosong dan bagian dalam yang lumer. Burnt Cheesecake dipanggang pada suhu oven yang sangat tinggi, biasanya sekitar 200-220°C (400-425°F). Suhu tinggi inilah yang secara cepat mengkaramelisasi permukaan, menciptakan lapisan 'burnt' yang khas.
Waktu pemanggangan bervariasi tergantung oven dan ukuran loyang, namun umumnya sekitar 45-60 menit. Kuncinya adalah mengeluarkan cheesecake saat permukaannya sudah berwarna cokelat gelap hingga hampir hitam, namun bagian tengahnya masih sedikit goyah (jiggly) seperti puding. Jangan takut dengan tampilan gosongnya; itulah yang kita inginkan! Bagian tengah yang goyah akan terus set saat proses pendinginan.
4. Proses Pendinginan yang Sabar
Kesabaran adalah kunci setelah pemanggangan. Begitu keluar dari oven, Burnt Cheesecake akan terlihat sangat mengembang di bagian tengah. Biarkan dingin sepenuhnya pada suhu ruangan terlebih dahulu. Selama proses ini, bagian tengah akan sedikit mengempis, dan panas residual akan terus "memasak" bagian dalam, menstabilkan teksturnya menjadi lumer dan creamy.
Setelah benar-benar dingin, baru pindahkan ke kulkas. Simpan di kulkas setidaknya selama 4-6 jam, atau idealnya semalaman, sebelum disajikan. Pendinginan yang cukup akan membuat teksturnya set sempurna dan rasanya lebih keluar.
5. Penggunaan Kertas Roti yang Tepat
Gunakan kertas roti (parchment paper) berkualitas baik dan pastikan melapisinya dengan benar di dalam loyang. Kertas roti harus menonjol tinggi di atas loyang, karena adonan akan mengembang banyak saat dipanggang. Tidak perlu melipat kertas dengan rapi; justru lipatan yang 'acak' akan menambah kesan rustic pada sisi-sisi cheesecake. Kertas roti juga akan membantu cheesecake mudah dikeluarkan dari loyang setelah matang dan dingin.
Dengan memperhatikan detail-detail ini, Anda akan bisa menciptakan Burnt Cheesecake yang sempurna: lembut dan lumer di dalam, dengan sentuhan karamelisasi yang kaya di luar, siap memanjakan siapa pun yang mencicipinya. Selamat mencoba!