Sejarah Pasukan Khusus Pelacur dan Copet Dikerahkan Melawan Belanda, Ujungnya Ngakak

Selasa 10-02-2026,12:33 WIB
Reporter : Amris
Editor : Tim Redaksi RM

Namun berjalan waktu Barisan Maling (BM) dan Barisan Wanita Pelacur (BWP) ini mulai kendor dan mereka tidak lagi pilih sasaran. 

Bukannya terus menyatroni markas Belanda, para maling ini pun menyasar rumah warga biasa. Tentu saja hal ini malah menambah masalah.

Lucunya lagi, bukan hanya warga dan prajurit yang menjadi korban dari Barisan Terate, barang pribadi Jenderal Moestopo yang merupakan komandan yang membentuk mereka juga ikut jadi sasaran maling. 

Kopernya yang berisi pakaian dan uang raib oleh pasukan yang dibentuknya.

BACA JUGA:Nama Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Utara, Ibukotanya Medan

Suatu hari sang jenderal melapor pada Letkol Sukanda Pratamanggala bahwa dirinya kehilangan baju. Bukannya penasaran dan menyelidiki siapa pencurinya, Sukanda malah tertawa terbahak-bahak.

Moestopo yang bingung lantas bertanya kenapa dia tertawa. Perwira menengah itu menjawab bahwa pelaku pencurian itu “pasukan khususnya”.

Kapok dengan kelakuan kombatan dadakan ini, beberapa hari kemudian Moestopo menarik unit-unit itu dari front sekaligus membubarkannya.

Ketika bertemu Presiden Soekarno di lain waktu, Moestopo kembali menceritakan senjata makan tuan dari pada prajurit bentukannya. Bung Karno pun ikut tertawa terbahak-bahak.*

Kategori :