3 Merek Mobil Sedan Tua yang Masih Banyak Diburu Karena Awet dan Antik

Rabu 04-02-2026,16:58 WIB
Reporter : Ahmad Kartubi
Editor : Tim Redaksi RM

RADARMUKOMUKO.COM - Di tengah derasnya arus mobil listrik dan SUV modern yang menguasai jalanan, ada satu segmen yang tetap bertahan dengan pesonanya sendiri: mobil sedan tua. Kendaraan-kendaraan ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan penanda zaman, saksi sejarah, sekaligus simbol gaya hidup. 

Di berbagai kota besar hingga daerah, sedan-sedan lawas masih kerap terlihat melintas, dirawat dengan penuh kesabaran oleh para pemiliknya. Minat terhadap mobil-mobil ini tidak surut, bahkan cenderung stabil, terutama di kalangan kolektor, pehobi otomotif, dan masyarakat yang mencari kenyamanan klasik dengan harga terjangkau.

Fenomena ini terasa nyata sejak beberapa tahun terakhir, ketika tren restorasi dan nostalgia otomotif kembali menguat. Garasi-garasi rumahan berubah menjadi bengkel kecil, komunitas sedan klasik tumbuh di media sosial, dan pasar mobil bekas kembali menggeliat. 

BACA JUGA:Tiga Merek Sepeda Listrik dengan Harga Terjangkau dan Dikenal Bandel

BACA JUGA:Kucing Oren: Si 'Preman' Berhati Emas, Pilihan Hewan Peliharaan Terbaik untuk Keluarga!

Di antara sekian banyak merek, ada tiga nama besar yang konsisten diburu hingga hari ini: Toyota, Mercedes-Benz, dan Honda. Ketiganya memiliki cerita, karakter, dan alasan kuat mengapa eksistensinya tak pernah benar-benar pudar.

Toyota menjadi merek pertama yang hampir selalu muncul dalam percakapan soal sedan tua. Di Indonesia, nama Corolla, Corona, dan Cressida memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Sedan-sedan ini banyak beredar sejak era 1980-an hingga awal 1990-an, saat Toyota dikenal mengusung filosofi mobil keluarga yang tangguh dan mudah dirawat. 

Di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, Corolla DX atau Corolla Twincam masih sering dijumpai, baik dalam kondisi standar maupun hasil restorasi rapi.

Menurut Budi Santoso, penggiat komunitas Toyota Classic Indonesia, daya tarik utama sedan Toyota lawas terletak pada keandalan mesin dan ketersediaan suku cadang. “Mobil-mobil ini dibuat dengan teknologi sederhana tapi kuat. Sampai sekarang, spare part masih mudah ditemukan, bahkan di bengkel pinggir jalan,” ujarnya. 

BACA JUGA:Dua Sisi Si Bulu Oranye: Mengungkap Perbedaan Kucing Oren Domestik vs Liar

BACA JUGA:Mitos atau Fakta? Menguak Rahasia Kucing Oren sebagai Simbol Keberuntungan Global

Faktor inilah yang membuat Toyota sedan tua tetap relevan, terutama bagi pemilik yang ingin mobil klasik tanpa kerepotan berlebih. Harga yang relatif terjangkau juga menjadi alasan kuat, menjadikannya pilihan logis bagi pemula di dunia mobil klasik.

Berbeda dengan Toyota yang menonjolkan fungsionalitas, Mercedes-Benz menawarkan prestise dan kemewahan yang melampaui zamannya. Sedan-sedan seperti Mercedes-Benz W123 dan W124 telah lama menjadi ikon jalanan Indonesia. 

Pada masanya, mobil ini identik dengan pejabat, pengusaha, dan kalangan elite. Namun seiring waktu, citra itu bergeser menjadi simbol keanggunan klasik yang justru semakin dicari.

Di berbagai komunitas Mercedes-Benz klasik, sedan tua merek Jerman ini dikenal dengan kualitas rancang bangun yang sangat kokoh. Pintu yang terasa berat, material interior yang awet, serta kenyamanan suspensi menjadi ciri khas yang sulit ditandingi. Ahmad Rifa’i, kolektor Mercedes-Benz di Yogyakarta, menuturkan bahwa mobil-mobil ini dibuat dengan standar tinggi. “W123 dan W124 dirancang untuk dipakai puluhan tahun. Kalau dirawat dengan benar, mobil ini bisa diwariskan ke generasi berikutnya,” katanya.

Kategori :